Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 21 Nov 2018 16:35 WIB

Alasan Prabowo-Sandi Mau Samakan Tarif Pajak RI dengan Singapura

Angga Aliya ZRF, Saifan Zaking - detikFinance
Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Jakarta - Pasangan Capres dan Cawapres Nomor Urit 2, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno bakal memangkas tarif pajak Indonesia setara dengan Singapura bila terpilih. Apa alasannya?

Saya percaya bahwa ekonomi kita katakanlah sedang turun atau sedang stres, kesulitan, kita harus memberikan insentif ke komunitas bisnis dan realistis," tutur Prabowo ditemui usai acara Indonesia Economic Forum di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (21/11/2018).

Prabowo mengatakan pemangkasan pajak ini juga bentuk pihaknya tidak memberikan halangan untuk para pelaku bisnis. Politikus Gerindra ini juga mengaku dirinya sudah melihat banyak negara yang sukses karena telah menerapkan ini.

"Saya melihat banyak negara telah sukses, saya punya tim yang mempelajari hal itu, saya melihat banyak negara yang sukses," tuturnya.


Sebelumnya diberitakan, saat ini, tarif pajak penghasilan (PPh) badan di Indonesia mencapai 25%. Angka itu jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tarif pajak yang dikenakan di negara lain, seperti Singapura.

Hal tersebut pun sering dikeluhkan oleh pengusaha. Menyikapi hal tersebut, pasangan Prabowo-Sandiaga pun berencana menurunkan tarif pajak Indonesia, minimal setara dengan Singapura. Tujuannya agar Indonesia bisa kompetitif.

Demikian disampaikan oleh ekonom senior yang juga Anggota Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga, Dradjad Wibowo saat berbincang dengan CNBC Indonesia, seperti dikutip detikFinance, Senin (19/11/2018).

"Ini salah satu target kita dalam beberapa tahun. Penurunan akan dilakukan secara gradual," kata Dradjad.


Selain itu, Prabowo-Sandiaga pun akan menaikkan nominal batas penghasilan tidak kena pajak (PTKP) yang saat ini di angka Rp 4,5 juta per bulan, serta menurunkan tarif PPh 21 Orang Pribadi.

"Selain keuntungan tax base bisa meningkat, kita bisa makin kompetitif. Kue ekonomi bisa semakin besar," ujarnya. (zlf/)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed