Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 21 Nov 2018 17:25 WIB

Pesan Susi di Hari Ikan Nasional

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Foto: Iin Yumiyanti/detikcom Foto: Iin Yumiyanti/detikcom
Jakarta - Memperingati Hari Ikan Nasional (Harkannas), Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berpesan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mendukung ketahanan pangan dan gizi nasional.

Pasalnya, kata Susi ketahanan pangan nasional serta pemenuhan gizi masyarakat, terutama protein, telah menjadi perhatian serius pemerintah.

"Hari ikan sebenarnya filosofinya memperingati kepada ikhtiar pelaku yang mengadakan ikan. Ini merupakan sumber daya makanan yang dibutuhkan dan sehat kuat dan ikan kan punya omeganya tinggi jadi bikin pintar," kata dia di ujar dia di Ruang Auditorium Tuna Lantai 15, Gedung Mina Bahari IV Jakarta Pusat, Rabu, (21/11/2018).


Tahun ini, peringatan Harkannas mengusung tema, dengan protein ikan kita membangun bangsa. Hal ini menunjukkan bahwa pangan dan gizi adalah hal yang saling terkait dan saat ini masih menjadi masalah nasional yang perlu diselesaikan.

Adanya kasus gizi ganda atau kelebihan dan kekurangan gizi merupakan contoh beberapa masalah yang dihadapi Bangsa Indonesia.

Ia menjelaskan, ikan sebagai bahan pangan yang mudah diproduksi dalam berbagai skala dan bergizi tinggi diharapkan mampu menjadi solusi atas masalah tersebut.

"Melimpahnya Indonesia akan berbagai jenis ikan perlu kita syukuri. Salah satunya dengan memanfaatkannya sebagai bahan konsumsi dalam negeri," jelas dia

Ia menjelaskan, komoditas perikanan Indonesia memang sudah terkenal hingga mancanegara. Setidaknya ada 3 komoditas unggulan perikanan Indonesia, yaitu udang, tuna dan patin.

Tercatat, nilai ekspor udang dan tuna sampai dengan September 2018, menduduki posisi tertinggi pertama dan kedua dibanding komoditas utama produk perikanan lainnya sebesar US$ 1.302,5 juta atau sekitar 37% dan US$ 433,6 juta atau setara 12,3%.

Terjadi kenaikan nilai dibandingkan periode yang sama tahun 2017 sebesar 4% untuk udang dan 21,9% untuk tuna.

"Ikan sangat sehat dan mengandung banyak protein yang baik bagi tubuh kita. Jangan sampai manfaat ikan hanya dirasakan orang luar yang mengimpor ikan dari Indonesia, namun bangsa sendiri lupa menikmatinya," jelas dia.


Alasannya, patin Indonesia memiliki keunggulan karena dikembangkan dengan probiotik dan dibudidayakan dalam kolam dengan air tanah yang bersih, juga dengan kepadatan yang lebih rendah dibandingkan negara lain.

Diharapkan, peringatan Harkannas ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama dan membangun koordinasi fungsional yang efektif dengan seluruh komponen pemerintah dan masyarakat, serta menjadikan ikan sebagai salah satu solusi dalam penanganan permasalahan gizi masyarakat. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com