HIPMI Tolak Reshuffle Kabinet

Beri Sinyal Negatif ke Pasar

HIPMI Tolak Reshuffle Kabinet

- detikFinance
Senin, 29 Agu 2005 12:53 WIB
Jakarta - Desakan perombakan atau reshuffle tim ekonomi kabinet Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kian menguat. Namun Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPIMI) justru menolak reshuffle karena dinilai bisa memberikan sinyal negatif ke pasar. Hal tersebut disampaikan Ketua Umum HIPMI Sandiaga S. Uno di sela-sela ASEAN Young Enterpreneur Caucus (AYEC) di Plasa Crowne, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (29/8/2005).Sandiaga khawatir, reshuffle tim ekonomi bisa berdampak pada bergantinya kebijakan ekonomi yang dinilai saat ini sudah propasar dan probisnis. Hal itu justru bisa menyulitkan terwujudnya kebijakan ekonomi yang konsisten."Saya takutnya ganti tim ekonomi akan menyebabkan ganti kebijakan, yang akhirnya memberikan sinyal negatif ke pasar. Kita mintanya kebijakan propasar, proinvestasi dan probisnis," ujar Sandiaga. Padahal, kata Sandiaga, yang diperlukan dunia usaha adalah konsistensi kebijakan sehingga dunia usaya bisa memrediksi rencana bisnis dan kerja di kemudian hari. Sandiaga juga menilai kinerja tim ekonomi saat ini sudah baik terbukti dengan pertumbuhan ekonomi 6,2 persen dan investasi asing yang cukup tinggi. "Masalah minyak dunia siapa yang bisa memrediksi. Saya rasa masalahnya bukan internal, tapi global," ujarnya. Namun ia mengaku menyerahkan sepenuhnya masalah reshuffle kepada pemerintah. "Mau di-reshuffle atau tidak, yang terpenting adalah tatanan kebijakan yang marketable, yang diimplementasikan sehingga memberikan sinyal pemerintah konisten dengan kebijakannya," tegasnya. Yang pasti, kata Sandiaga, dunia usaha akan membantu pemerintah dalam mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi dengan menciptakan lapangan kerja. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads