Arif Budimanta Ungkap 18 Keberhasilan Jokowi

Moch Prima Fauzi - detikFinance
Rabu, 21 Nov 2018 19:15 WIB
Wakil Ketua KEIN Arif Budimanta/Foto: Dok KEIN
Jakarta - Ekonom Arif Budimanta mengungkapkan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melakukan upaya besar untuk menciptakan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi masyarakat di sepanjang empat tahun kepemimpinannya.

"Setidaknya ada 18 indikator kinerja positif yang dapat dibuktikan dari hasil kerja pemerintah dalam kurun waktu tersebut," papar Arif, yang juga Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) dalam diskusi bertajuk 'Arah Kebijakan Pembangunan ke Depan' di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (21/11).

Menurut Arif, ada tiga arus besar perubahan dan perbaikan yang telah dilakukan oleh pemerintah, yaitu berhubungan dengan kesejahteraan sosial, keadilan ekonomi dan kestabilan harga.

"Transformasi secara struktural terus dilakukan untuk menuju kemandirian ekonomi," paparnya.


Terkait dengan indikator kinerja, Arief mengungkap tingkat kemiskinan merupakan yang terendah sepanjang masa. Menurut data Badan Pusat Statistis (BPS) pada Maret 2018 persentasenya hanya 9,82%. Selain itu tingkat pengangguran juga tergolong rendah, yaitu hanya 5,13% pada Februari 2018.

Kemudian, dapat dilihat pula melalui program jaminan sosial, pelayanan kesehatan semakin merata dan mudah dijangkau oleh warga. Ia mengatakan, hingga 2017 jumlah peserta Jaminan Kesehatan Nasional yang ditanggung pemerintah mencapai 182 juta jiwa.

"Indikator ini menunjukkan bahwa pemerintah berhasil meningkatkan kesejahteraan sosial warga. Sebab kualitas hidup di bidang kesehatan juga membaik, begitu pun dengan tingkat pendidikan yang diukur melalui lama sekolah," ungkap Arif.

Pada kesempatan tersebut, Arif juga menjelaskan adanya penurunan dari sisi ketimpangan sejak pemerintahan Presiden Jokowi. Menurutnya, penguasaan aset yang dikuasai sekelompok kecil warga semakin menurun karena terjadi penyebaran.

Kehadiran program reforma agraria juga dinilai sangat mendukung terjadinya redistribusi aset dalam jangka panjang.

"Kebijakan tersebut sangat penting untuk menciptakan kemandirian ekonomi," katanya.

Pemerintah juga dinilai Arief telah berhasil menjaga stabilitas harga. Hal itu, terutama ditunjukkan melalui tingkat inflasi umum yang selalu di bawah 4%.

Realisasi program harga bahan bakar minyak (BBM) yang sama di seluruh wilayah nusantara juga dinilai sangat penting sehingga dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat. Program ini sudah diimplementasikan lebih dari 25 titik wilayah seluruh Indonesia.

Terkait dengan kondisi saat ini seperti fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, Arif Budimanta menegaskan bahwa kondisi saat ini masih relatif aman.

"Kalau kita gunakan data yang benar, tidak ada yang perlu dikhawatirkan," ujarnya.

Pada era Presiden Jokowi, kata dia, kurs rupiah tertinggi adalah Rp 12.057 per dolar dan terendah Rp 15.286 per dolar. Perubahannya hanya 26,78%. Sementara pada periode pemerintahan sebelumnya, yaitu 2014-2018, perubahan kurs mencapai 45,63%.


"Ini kan menunjukkan bahwa volatilitas rupiah bergerak di ruang yang sempit, sehingga gejolaknya biasa saja," ujarnya.

Sedangkan untuk konsumsi rumah tangga, kata dia, masih terus mengalami pertumbuhan. Walaupun ada sedikit perlambatan, tetapi ada juga laju positif.

"Gairahnya masih tetap ada, bukan stagnan. Semua data kan terbuka," pungkasnya. (ega/hns)