Sejarah Black Friday, Hari Pesta Belanja di Negeri Paman Sam

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 23 Nov 2018 13:25 WIB
Foto: Reuters
Jakarta - Bila di Indonesia mengenal Harbolnas (Hari Belanja Online Nasional), lain lagi di Amerika Serikat (AS). Di negeri paman sam ada yang namanya Black Friday, istilah untuk hari belanja dengan diskon besar-besaran.

Black Friday dimulai pada saat satu hari setelah perayaan Thanksgiving di AS. Di hari Black Friday, penduduk AS biasa melakukan belanja untuk kebutuhan di hari natal.

Yang membuat Black Friday spesial adalah, para pedagang memberikan potongan harga dann promo yang menarik bagi para pembeli. Bahkan beberapa di antaranya rela membuka tokonya lebih awal, dan tutup lebih lama.

Dikutip dari Sun Sentinel, Jumat (23/11/2018), istilah Black Friday mulai dikenal sekitar tahun 1980. Saat itu salah satu pusat perbelanjaan di Amerika Serikat menempel istilah "Black Friday" di tokonya sebagai salah satu cara promosi.



Sejak saat itu istilah Black Friday berubah menjadi harinya pesta belanja di Amerika Serikat. Padahal, sebutan Black Friday awalnya sempat juga memiliki konotasi negatif mengingat banyaknya insiden buruk yang terjadi di hari Jumat, mulai dari bencana, kerusuhan, hingga krisis finansial.

Namun, Black Friday pun bukan tanpa masalah. Kegilaan yang ditimbulkan saat berbelanja pun menjadi sorotan. Saking ramainya yang berbelanja , hal-hal seperti pertengkaran, saling injak, bahkan cedera pun sempat terjadi di seluruh negeri.

Hingga kini istilah Black Friday dan promonya makin menjadi setelah mulai banyaknya industri retail e-commerce yang memberikan banyak promo penjualan di hari tersebut. Untuk tahun 2018 sendiri, Black Friday jatuh pada tanggal 23 November 2018.




Tonton juga 'Apa Beda Festival Belanja Online dengan Harbolnas?':

[Gambas:Video 20detik]

(eds/eds)