Jatuh Bangun Tim Esport RI, dari Warnet ke Asian Cyber Games

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Minggu, 25 Nov 2018 17:36 WIB
Foto: BBC Karangan Khas
Jakarta - Membangun kerjasama tim yang kompak bukan hal mudah, terutama menyatukan visi dan misi untuk mengejar target yang sama. Hal itu lah yang pernah dirasakan oleh CEO NXL Richard Permana. NXL merupakan salah satu Tim Esport papan atas di Indonesia.

Richard bersama empat kawannya membentuk tim gamers NXL pada tahun 2006. Saat itu dia merupakan salah satu mahasiswa desain komunikasi visual di salah satu universitas swasta di Jakarta.

Di awal pendirian, Richard dan tim games NXL banyak mengadapi kendala. Mulai dari keterbatasan biaya, fasilitas, manajemen kelompok sampai jadwal latihan dari setiap anggota yang kerap kali sulit dilakukan.


Bahkan NXL yang saat ini menjadi salah satu club esport papan atas di Indonesia memulai perjalanannya dari kejuaraan gamers amatir antar pemain game warnet di Bandung dan Jakarta.

"Dulu 2006 itu nggak ada pemasukan sama sekali, bahkan dulu awal kita menang itu 2016 kejuaraan antar warnet itu hadiahnya hanya bisa buat bayar warnet," kata dia kepada detikFinance ketika bercerita mengenai perjalanan pembentukan tim NXL.

Semua biaya yang dibutuhkan untuk membangun tim game kebanyakan dikeluarkan dari kantong pribadi masing-masing. Dalam perjalanan menuju pemain profesional Richard mengaku sempat mendapat pertentangan dari orangtua. Namun ia tetap pada pendiriannya dan merencanakan dengan matang strategi untuk bisa sukses di industri video game.

Kendala lain seperti bongkar pasang pemain sampai kurangnya biaya untuk latihan membuat anggota tim tidak patah semangat. Untuk membiayai kebutuhan sehari hari para anggota memiliki pekerjaan lain. Seperti Richard yang berwirausaha menjual berbagai perangkat komputer secara kecil-kecilan.

Dalam perjalanannya, berbagai kejuaraan di tingkat kota hingga provinsi dilakukan. Hingga saatnya NXL berhasil membuktikan kemampuan di ajang Asian Cyber Games 2013, di Beijing, China.

Menurut Richard, kunci sukses dari langkah NXL tidak terlepas dari visi dan misi yang harus dipegang teguh yaitu memilih orang-orang yang tepat untuk mengisi tim unggulan. Leader harus bisa memilih orang yang ahli dalam game dan disiplin untuk berkoordinasi.

Ia menjelaskan, bagi para pemula di tim esports harus mendahulukan pembuktian diri melalui kejuaraan dari tingkat yang paling bawah, baru kemudian bisa perlahan bersaing dengan level-level profesional.

"Harus pilih orang yang tepat di dalam tim, yang jago yang ahli," ujar dia.


Setelah menjuarai berbagai turnamen game tingkat nasional barulah managemen dibentuk. Pasalnya setelah mendapat penghargaan, banyak sponsor yang menawarkan diri untuk mensuplai kebutuhan dari tim. Mulai dari fasilitas perangkat sampai pembentukan divisi khusus untuk mengatur segala aktivitas atlit. Ia membagikan tips agar tim esports amatir bisa mendapat sponsor, berdasarkan pengalamannya hal yang perlu dibentuk paling utama yaitu identitas dari media sosial.

Hal ini dilakukan agar sponsor mengetahui profil serta perjalanan karier dari tim yang akan dia sokong. Kelengkapan informasi mengenai perjalanan pembentukan tim, capaian-capaian kejuaraan di tingkat nasional dan internasional harus diperlihatkan dalam media sosial. Kemudian Richard mengatakan, hal selanjutnya yang harus dilakukan yaitu memanage kegiatan agar bisa diketahui oleh fans.


Meskipun awam, para tim esports yang baru merintis harus memiliki profesionallitas dan serius untuk mengejar target kejuaraan utnuk menjadi unggul. Dengan menjadi unggul dan memiliki fans yang banyak tentu para sponsor akan berdatangan.

"Pengelolaan media sosial itu penting, wesite itu penting, harus ditampilkan berbagai penghargaan yang sudah di dapat, kemudian managemennya profesional," kata dia.


Tonton juga 'Indonesia Juara ke-3 Kompetisi Mobile Legends ASEAN':

[Gambas:Video 20detik]

Jatuh Bangun Tim Esport RI, dari Warnet ke Asian Cyber Games
(dna/dna)