Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 25 Nov 2018 21:28 WIB

Bukan Cuma Main Game, Esport Mulai Jadi Industri Masa Depan

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Foto: Zaki Alfarabi Foto: Zaki Alfarabi
Jakarta - Jika masih ada orangtua yang beranggapan main game itu buang-buang waktu, mungkin anda harus banyak mempelajari soal dunia video game. Saat ini bermain game bukan lagi soal buang waktu dan mengganggu jadwal sekolah, namun game sudah berubah menjadi sebuah industri baru yang potensial untuk menghasilkan pendapatan yang menggiurkan.

Melihat potensi tersebut Kepala Sekolah SMA 1 PSKD Jakarta Pusat Yohannes Siagian, punya pandangan yang luas soal membuat bibit unggul yang akan menjadi pemain-pemain yang dibutuhkan dalam industri electronic sport atau Esport. Selain memiliki program binaan di sekolahnya untuk menerima siswa yang ingin menjadi atlit Esport.

Sekolah ini juga memiliki beberapa program binaan lain di industri game, yaitu program pembuatan game, pembibitan atlit profesional game sampai media dan broadcasting yang khusus membuat konten game.

"Jadi di kita Esport beda sendiri. Ada coding kemudian kita ada online media dan broadcasting itu membuat konten. Karena Esport itu industrinya luas sekali ya bukan hanya main game saja," kata dia kepada detikFinance, Minggu (25/11/2018).

Ia menjelaskan, saat ini perkembangan Esport di Indonesia berkembang dengan pesat. Setelah pada pertengahan tahun lalu Esport masuk dalam salah satu cabang olahraga dalam Asian Games 2018 para gamers merasa diberikan pengakuan. Dalam skala pofesional, para atlit Esport Indonesia saat ini bahkan banyak yang sudah sukses dengan memiliki prestasi di tingkat nasional dan internasional.


Mengenai pendapatan pun tidak main-main, banyak diantara para atlit game papan atas dalam Esport sudah mapu mengantongi Rp 100 juta/bulan dari berbagai sumber pendapatan.

Tidak hanya itu, lapangan pekerjaan baru untuk event organizer khusus helatan game juga banyak dibutuhkan. Selain itu industri game juga akan membutuhkan ahli dalam media dan broadcasting untuk menggarap konten dan suguhan dari permainan game yang akan disuguhkan pada para penonton yang menyukai turnamen Esport.

"Kadang haya nyangkut di situ, jadi banyak yang menganggap bahwa Esport itu hanya main game. Padahal bukan, Esport itu menyangkut sebuah game yang mencakup juga membuat konten online. Membuat konten event itu masuk ke konten, Esport itu lumayan banyak aspeknya," jelas dia.




Tonton juga 'Serunya Turnamen DOTA 2 dan PUBG Berhadiah Rp 6 Miliar':

[Gambas:Video 20detik]

Bukan Cuma Main Game, Esport Mulai Jadi Industri Masa Depan
(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed