Dolar Naik Terus, Pertamina Tak Akan Kurangi Impor

Dolar Naik Terus, Pertamina Tak Akan Kurangi Impor

- detikFinance
Selasa, 30 Agu 2005 14:33 WIB
Jakarta - Pertamina agaknya tak peduli dengan anjloknya nilai rupiah terhadap dolar AS. Perusahaan negara yang mengurusi soal BBM ini tidak akan mengurangi impor BBM dan minyak mentahnya. "Impor produk minyak sebesar 17,6 juta barel dan minyak mentah 12 juta barel pada bulan September. Pertamina belum berencana mengurangi impor meskipun rupiah melemah," kata Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Arie Soemarno usai acara 30third Indonesia Petroleum Association Convention di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Senin (30/8/2005).Pertamina tidak akan mengurangi impor karena masih tingginya tingkat konsumsi minyak nasional. "Agustus sampai September impor masih tinggi karena ada kilang kita di Dumai yang tengah overhaul," kata Arie. Namun agaknya, pada bulan Oktober hingga November bakal ada penurunan impor. Soalnya kilang sudah dapat dioperasikan. "Diperkirakan untuk produk minyak sekitar 12-14 juta barel sedangkan minyak mentah tetap 12 juta barel per bulan," ungkapnya.Tingginya Harga MinyakSementara itu, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro dalam kesempatan terpisah di acara yang sama mengungkapkan, tingginya harga minyak karena adanya gangguan akibat terjadinya badai tropis Katrina. "Makanya yang terpenting adalah adanya strategy petroleum reserve dari AS agar segera dikeluarkan agar bisa memproduksi minyak lagi," katanya.Purnomo juga menanggapi soal kedatangan delegasi Taiwan ke Indonesia. Menurutnya, kunjungan delegasi Taiwan ke Indonesia untuk memperpanjang kontrak LNG. "Jumlahnya, mereka ingin lebih besar dari sebelumnya," kata Purnomo.Namun hal itu ditolak pemerintah Indonesia dengan alasan demi menjaga kepentingan pasokan gas domestik. "Kita akan memberikan volume yang sama, ini untuk kepentingan domestik," ujar Purnomo.Ditanya berapa tambahannya, Purnomo menyatakan belum tahu. "Taiwan masih menghitung," ujarnya. (mar/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads