Pertamina Naikkan Harga Elpiji Paling Lambat Januari

Pertamina Naikkan Harga Elpiji Paling Lambat Januari

- detikFinance
Selasa, 30 Agu 2005 18:09 WIB
Jakarta - Kenaikan harga liquid petroleum gas/LPG (baca elpiji) akan dilakukan paling lambat Januari tahun depan. Kenaikan akan berkisar antara 20-25 persen."Saat ini Pertamina tengah mempertimbangkan kenaikannya secara bertahap atau langsung," kata Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Arie Soemarno usai acara 30third Indonesia Petroleum Association Convention di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Selasa (30/8/2005)."Jika bertahap kenaikannya bisa Rp 200 hingga Rp 300 per kilogram. Sehingga mencapai harga ekonomi sebesar Rp 5.200 per kilogram," katanya. Kenaikan sudah termasuk biaya produksi dan margin yang diambil Pertamina. Dia membandingkan harga elpiji dengan Saudi Aramco yang harganya per ton sebesar US$ 500-550 yang ekuivalen Rp 5 ribu per kilogram. Dia juga mengungkapkan, dari hasil produksi kilang minyak Balongan sebanyak 20 persen bisa menghasilkan elpiji. Soal PIMDi tempat yang sama, Arie juga menyinggung soal pasokan gas Pupuk Iskandar Muda (PIM). Pertamina hingga kini belum mendapatkan pasokan kargo gas untuk PIM. "Mendekati musim dingin kita realistis di mana permintaan tinggi, kemungkinan hanya mendapatkan satu kargo," katanya.Jika tidak mendapatkan gas, kata Arie, maka akan diambil dari Exxon. Soal pendanaannya, Pertamina masih menunggu keputusan pemerintah.Menanggapi hal itu, Vice President Public Affair Exxon Maman Budiman menyatakan, pada dasarnya Exxon siap membantu pasokan gas untuk PIM. Tapi masalahnya Exxon sudah terikat kontrak LNG dengan pembeli sehingga yang bisa dilakukan hanya lewat swap dan droping kargo yang sudah dijadwalkan dengan pembeli."Kontrak Exxon dengan PIM akan selesai pada 7-8 September. Untuk itu 1 kargo sudah didrop dari pembeli LNG dari Korea sehingga sampai selesai kontrak tidak ada masalah, tinggal pemerintah cari kargo usai kontrak itu," katanya. (mar/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads