Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 30 Nov 2018 14:43 WIB

Disebut Prabowo Buat Impor, Ini Data Utang RI

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom
Jakarta - Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, menilai utang Indonesia saat ini hanya untuk impor pangan yang justru merugikan rakyat Indonesia. Sementara sumber daya alam di Indonesia melimpah.

Lantas berapa angka impor dan jumlah utang Indonesia sekarang?

Mengutip data APBN KITA, yang dirangkum detikFinance, Jumat (30/11/2018), hingga Agustus 2018, utang pemerintah tercatat mencapai Rp 4.363,19 triliun. Angka total utang pemerintah pusat itu juga tercatat meningkat jika dibandingkan dengan periode yang sama di 2017 sebesar Rp 3.825,79 triliun.

Berikutnya, per September 2018, utang pemerintah kembali naik menjadi Rp 4.416,37 triliun. Total utang pemerintah ini naik Rp 53,18 triliun dari posisi bulan Agustus yang sebesar Rp 4.363,19 triliun.


Bahkan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2017, total utang pemerintah naik sebesar Rp 549,92 triliun dari Rp 3.866,45 triliun.

Pada Oktober 2018, utang pemerintah naik lagi menjadi Rp 4.478,57 triliun. Sebelumnya di September utang pemerintah di September sebesar Rp 4.416,37 triliun.

Utang pemerintah per Oktober 2018 naik Rp 62,2 triliun atau tumbuh 1,4% jika dibandingkan bulan sebelumnya.


Lalu bagaimana dengan impor?

Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), nilai impor Indonesia pada Agustus 2018 mencapai US$ 16,8 miliar. Kondisi ini disebabkan nilai impor migas yang tercatat masih naik, yakni sebesar US$ 385,6 juta (14,5%).

Peningkatan impor migas dipicu oleh naiknya nilai impor minyak mentah dan gas masing-masing US$ 420,3 juta (67,55%) dan US$ 22,4 juta (7,87%), meski nilai impor hasil minyak turun US$ 57,1 juta (3,26%).

Berikutnya, pada September 2018, realisasi impor Indonesia mencapai US$ 14,60 miliar. Angka ini mengalami penurunan sebesar 13,18% dibandingkan Agustus 2018 sedangkan secara tahunan (year on year/yoy) naik 14,18%.


Untuk impor kategori migas dan non migas juga tercatat mengalami penurunan. Untuk impor migas turun 25,2% dan non migas turun 10,52%.

Terakhir, pada Oktober 2018, nilai Impor Indonesia bengkak 23,66% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Nilai impornya US$ 17,62 miliar.

Hal tersebut disebabkan impor migas naik 23,6%. Yang membuat impor migas naik, nilai minyak mentah naik 23%, hasil minyak 30%, gas 18%.


Tonton juga 'Peringkat Utang RI Naik, Kebijakan Pemerintah Lebih Kredibel':

[Gambas:Video 20detik]

Disebut Prabowo Buat Impor, Ini Data Utang RI
(zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed