Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 30 Nov 2018 16:42 WIB

Vietnam Tarik Investor Lebih Mudah karena Tanah yang Murah

Hendra Kusuma - detikFinance
Ilustrasi/Foto: Grandyos Zafna Ilustrasi/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan Vietnam bisa lebih menarik investor ke negaranya dibandingkan Indonesia. Pasalnya, lahan di Vietnam lebih siap untuk digunakan dibandingkan Indonesia yang butuh waktu untuk membebaskannya.

"Lihat EODB, Indonesia, India, Vietnam, Malaysia, Thailand, itu gimana? Tidak haya EODB, tetapi kita dengan India dan Vietnam berimbang. Namun, ada dengan Vietnam yang lebih unggul karena urusan tanah lebih murah di sana," kata Darmin di Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Jumat (30/11/2018).


Darmin mengatakan, negara berkembang di Asia akan berkompetisi menarik investor ke negaranya masing-masing, termasuk Indonesia. Investor yang dimaksud adalah para pengusaha yang selama ini memiliki pabrik di China.

Para pelaku usaha yang berasal dari luar China pun kini tengah berhitung karena bea keluar untuk produk ekspornya menjadi lebih tinggi akibat perang dagang Amerika-Serikat (AS) dengan China.

Guna memanfaatkan peluang tersebut, Mantan Gubernur BI ini mengaku pemerintah sudah menyiapkan paket kebijakan ekonomi jilid ke-16, di mana isinya terdapat perluasan insentif pajak, devisa hasil ekspor (DHE), dan daftar negatif investasi (DNI).

"Kalau mereda mungkin relokasi investasi dari China tidak akan banyak. Namun, kalau makin keras relokasi investasi akan makin deras. Dan kita berkepentingan untuk dia masuk," jelas dia.


Selain menyiapkan insentif pajak, Darmin mengungkapkan bahwa pemerintah juga tengah merusmuskan regulasi kawasan ekonomi khusus (KEK) yang bisa menjadi lokasi pabrik-pabrik investor yang sebelumnya di China.

"Oleh karena itu, kita sedang merumuskan lagi regulasi KEK itu," ungkap dia.



Tonton juga 'Wow! Go-Food Lebarkan Sayap ke Vietnam':

[Gambas:Video 20detik]

Vietnam Tarik Investor Lebih Mudah karena Tanah yang Murah
(hek/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed