Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 01 Des 2018 19:10 WIB

Begini Mekanisme Impor yang Disebut Prabowo Pakai Utang

Hendra Kusuma - detikFinance
Ilustrasi/Foto: Infografis (Andhika/detikcom) Ilustrasi/Foto: Infografis (Andhika/detikcom)
Jakarta - Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, menyebut utang yang diperoleh pemerintah Indonesia saat ini hanya untuk mengimpor pangan yang justru merugikan rakyat Indonesia sendiri. Padahal sumber daya alam (SDA) di Indonesia melimpah.

Menurut Prabowo, seharusnya utang yang diperoleh untuk meningkatkan produksi dalam negeri, bukan justru mengimpor.

Menanggapi itu, Sesmenko Perekonomian Susi Moegiarso mengatakan, mekanisme penetapan impor pemerintah sudah dilakukan dengan sangat hati-hati.

"Ketentuannya juga sudah diatur dengan jelas pada beberapa Permendag," kata Susi saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Sabtu (1/12/2018).


SesuaiPermendag,kataSusi, seperti impor beras dilakukan untuk keperluan umum yang dilakukan oleh Perum Bulog dan penentuannya ditetapkan berdasarkan hasil rapat koordinasi (rakor) di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

"Dengan mempertimbangkan, persediaan beras di Bulog, perbedaan rata-rata harga beras, perkiraan surplus produksi nasional," ujar dia.


Impor pun belum bisa dilaksanakan meski sudah ditetapkan dalam rakor di Kemenko Perekonomian. Menurut Susi, impor baru bisa terlaksana jika Menteri Perdagangan menerbitkan surat persetujuan dan rekomendasi.

"Sesuai Permendag 103/2015 bahwa impor dilakukan untuk tujuan stabilisasi harga, penanggulangan darurat, masyarakat miskin, dan kerawanan pangan," ujar dia.



Tonton video 'China Pangkas Tarif Impor 1.585 Barang':

[Gambas:Video 20detik]

Begini Mekanisme Impor yang Disebut Prabowo Pakai Utang


(hek/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed