Industri Tekstil Bakal PHK 500 Ribu Buruh

Industri Tekstil Bakal PHK 500 Ribu Buruh

- detikFinance
Rabu, 31 Agu 2005 17:37 WIB
Jakarta - Kenaikan harga BBM industri dan tarif listrik industri menyebabkan sektor tekstil menanggung kenaikan biaya produksi sebesar 25 persen. Kondisi ini diperkirakan akan membuat sektor industri tekstil memberhentikan 500 ribu karyawannya pada tahun 2005.Kenaikan biaya produksi sebesar 25 persen itu menyusul share biaya energi pada biaya produksi yang naik sebesar 15 persen. "Namun kejadian yang lebih serius, sisi pendapatan negara berupa devisa ekspor akan hilang sekitar 25 persen atau pun US$ 1,9 miliar," kata Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Beny Soetrisno usai rapat dengan pendapat dengan Komisi VI di Gedung DPR/MPR Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu (31/8/2005).Dikarenakan tidak adanya alternatif strategis yang dapat menaikkan pendapatan pemerintah selain dari devisa ekspor dan migas, khususnya sektor tekstil, maka dikhawatirkan akan memicu krisis ekonomi jilid II. Dia mengusulkan, agar industri yang membutuhkan BBM lebih dari 500 kilo liter per bulan, harga pasar diberlakukan untuk kelebihannya saja. "Karena kebijakan seluruh pembelian dengan harga pasar sangat tidak rasional. Kebijakan menaikkan harga BBM sangat mendadak, sehingga industri tidak mengkalkulasi perencanaan produksinya," ungkapnya.Ditambah lagi langkah PLN yang mencekik sektor tekstil dengan menaikkan tarif listrik. Sehingga saat ini, banyak pabrik tekstil berencana menutup usahanya. "Belum lagi, perdagangan tekstil dunia tanpa sistem kuota yang berimplikasi pada makin ketatnya persaingan antar produsen," ujarnya.Kondisi ini telah memakan korban. Setidaknya tahun 2005 ada 77 perusahaan di Jawa dan Bali tutup dan mem-PHK-kan lebih dari 20 ribu orang. "Jumlah ini tak termasuk industri kecil dan menengah yang tutup akibat tidak mampu membeli bahan baku," kata Beny. (mar/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads