Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 05 Des 2018 12:15 WIB

Kementan Klaim Luas Tanam Bawang Putih Naik 500%

Akfa Nasrulhaq - detikFinance
Foto: Kementan Foto: Kementan
Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) telah berkomitmen mengejar swasembada bawang putih di tahun 2021. Sejak dicanangkan program tersebut di tahun 2017 lalu, Kementan menyebut telah terjadi peningkatan luas tanam yang tersebar di seluruh pelosok mulai dari Aceh hingga Papua.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan), Suwandi, menyatakan sentra-sentra produksi bawang putih yang dulu periode 90-an pernah jaya seperti Temanggung, Tegal, Karanganyar, Malang, Lombok Timur kini kembali menggeliat.

"Tak hanya itu, kini mulai menjamur sentra baru penanaman bawang putih. Tak hanya di wilayah Jawa tetapi juga di luar Jawa seperti Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, NTT, bahkan sampai ke Papua," ujar Suwandi, dalam keterangan tertulis, Rabu (5/12/2018).

Saat meninjau lahan bawang merah di Solok, Sumatera Barat, Rabu (5/12/2018) itu, Suwandi menegaskan bahwa sejak digulirkan program menuju swasembada bawang putih, oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman telah terjadi peningkatan luas tanam hingga 500%. Setelah bertahun-tahun data luas tanam bawang putih tidak beranjak dari kisaran 2 ribu hektar setahun, namun di tahun 2018 ini ditargetkan penanaman bawang putih lebih dari 10 ribu hektar yang berasal dari APBN dan wajib tanam importir.


"Artinya, naik 500% tanam tahun ini. Tahun 2019 nanti kita akan kejar tanam 18 ribu hektare untuk mencapai swasembada benih," tegasnya.

Oleh sebab itu, Suwandi menyebutkan pihaknya akan menaikkan alokasi APBN khusus untuk bawang putih. Tahun 2017, telah dialokasikan APBN seluas 3.273 hektare di 8 kabupaten dan Tahun 2018 meningkat menjadi 5.949 hektare yang tersebar di 79 kabupaten.

"Tahun depan kita upayakan minimal 10 ribu hektar lagi dari APBN dan 8 ribuan hektare dari skema wajib tanam guna menggenjot produksi dalam negeri. Tentunya ini akan semakin memantik geliat bawang putih di dalam negeri," ujarnya.

Lebih lanjut Suwandi menguraikan wilayah Sumatera yang selama ini tidak terdengar akan pengembangan bawang putih kini mulai bermunculan, seperti di Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, Solok, Agam, Tanah Datar dan Solok Selatan. Di wilayah Sumatera Utara malah muncul tiga sentra baru potensial yaitu Karo, Simalungun dan Humbang Hasundutan. Sentra baru juga mulai muncul di Merangin, Kerinci, Kepahiang, Rejang Lebong, Muara Enim hingga OKU Selatan.


"Wilayah gugusan Bali Nusa Tenggara juga mulai bangkit lagi seperti di Tabanan, Bangli, Lombok Timur, di NTB, TTS di NTT. Pun dengan Zona Sulawesi di Bantaeng, Enrekang, Sigi, Donggala, Poso, Minahasa dan Minsel," ungkapnya.

Untuk diketahui, saat ini sentra baru yang tumbuh dan berkembang umumnya menggunakan varietas lokal seperti Lumbuh Hijau, Lumbuh Kuning, Lumbu Putih, Sangga Sembalun dan Tawangmangu Baru dengan rata rata produktivitas 8-15 ton per hektare. Lahan tanam disarankan di ketinggian di atas 800 meter di atas permukaan laut. Bisa dipanen setelah berumur 110 - 130 hari setelah tanam. (idr/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed