Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 06 Des 2018 12:44 WIB

Utang untuk Infrastruktur, Luhut: Salahnya di Mana?

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Muhammad Ridho Foto: Muhammad Ridho
Jakarta - Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan merespons pihak yang kerap mengkritik soal utang. Menurutnya tidak ada yang salah dengan utang asal untuk hal produktif.

"Utang kalau bisa kau bayar dengan proyek itu kan nggak ada masalah. Utang itu menjadi masalah kalau kau pakai untuk subsidi," katanya saat berkunjung ke markas detikcom, Jumat (30/11/2018).

Sementara sekarang pemerintah menggunakan utang untuk hal yang dianggap produktif, salah satunya pembangunan infrastruktur.


"Tapi kalau utang itu untuk produktif ya nggak anu dong, itu berbisnis. Saya kan pebisnis juga. Kita kan mesti punya equity, punya pinjaman dari bank. Kalau bank itu mau kasih pinjam duit ke kita karena tahu kita bisa mengembalikan dengan proyek itu. Salahnya di mana?," jelasnya.

Pemerintah juga dianggap mampu mengelola utang dengan baik sehingga tidak melebihi ambang batas yang ditentukan.

Dibandingkan negara lain, utang Indonesia juga disebut lebih rendah, yaitu berdasarkan rasio utang terhadap PDB.


"Kita (utang) di bawah 30% dari PDB kita. Kita paling kecil di antara negara negara banyak. Kita bisa berutang sampai 60%. Kita masih pelihara 29% untuk sekarang. Salahnya di mana?," tambahnya.



Tonton juga ' Eksklusif Menko Luhut: Utang, Infrastruktur, dan TKA China ':

[Gambas:Video 20detik]

Utang untuk Infrastruktur, Luhut: Salahnya di Mana?
(zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed