Tolak Rombak Tim Ekonomi, SBY Menafikan Ekspektasi Rakyat

Tolak Rombak Tim Ekonomi, SBY Menafikan Ekspektasi Rakyat

- detikFinance
Kamis, 01 Sep 2005 10:44 WIB
Jakarta - Sikap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang belum akan melakukan reshuffle tim ekonominya dinilai menafikan ekspektasi rakyat. Begitu juga dengan pidato SBY kemarin yang dinilai juga mengecewakan ekspektasi masyarakat. "Masyarakat punya ekspektasi yang tinggi terhadap pidato yang disampaikan presiden. Dalam pidato itu seharusnya ada kebijakan yang kongkret, terukur dan rinci. Ya rakyat cukup dikecewakan," kata pengamat ekonomi INDEF, Fadhil Hasan, dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (1/9/2005).Masyarakat dan pelaku pasar saat ini sangat menunggu kebijakan kongkret dari pemerintah terutama dari sisi fiskal. "Tapi ternyata yang keluar itu berbeda, semua kebijakan bersifat umum dan tidak spesifik terutama dari sisi fiskal," kata Fadhil.Padahal sebelum pidato itu disampaikan, pemerintah telah melakukan rapat selama dua hari dan berlangsung selama puluhan jam. "Tapi kemudian hasilnya itu, ya agak heran juga dengan rapat yang dua hari itu," tuturnya.Fadhil malah melihat kebijakan pemerintah tidak lebih baik dari kebijakan yang telah dilakukan Bank Indonesia (BI) untuk meredam anjloknya rupiah. "Kebijakan BI justru sangat jelas dan terukur dan mampu menahan anjloknya rupiah dengan SBI-nya. Walaupun di satu sisi kebijakan BI itu akan menimbulkan risiko," katanya.Seharusnya pemerintah dalam membuat kebijakan lebih maksimal dan terukur dibandingkan dengan BI. "Kebijakan itu harusnya rencana dan timetable-nya jelas dan terukur," katanya.Fadhil juga menyoroti soal rumor reshuffle terhadap tim ekonomi SBY. Dia menilai seharusnya tim ekonomi SBY harus segera dirombak. "Lebih cepat akan lebih baik," katanya.Dalam pandangannya, pernyataan SBY yang belum akan me-reshuffle tim ekonominya serta masih akan melakukan evaluasi pada bulan Oktober menandakan keinginan SBY untuk tetap mempertahankan keberadaan tim ekonominya. Tapi, kata Fadhil, SBY seakan sengaja mengumumkan hal itu di saat Menko Perekonomian Aburizal Bakrie tidak hadir. "SBY sadar dengan ketidakhadiran Ical (sebutan Aburizal Bakrie-red) tidak akan menghilangkan rumor reshuffle. Justru itu keinginan SBY untuk tidak menghilangkan rumor itu sendiri," tandasnya. (mar/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads