Katrina Memaksa AS Keluarkan Cadangan Minyak Darurat

Katrina Memaksa AS Keluarkan Cadangan Minyak Darurat

- detikFinance
Kamis, 01 Sep 2005 11:11 WIB
Katrina Memaksa AS Keluarkan Cadangan Minyak Darurat
Jakarta - Dahsyatnya Badai Katrina yang menghancurleburkan tempat pengeboran minyak di Teluk Meksiko memaksa AS mengeluarkan cadangan minyak daruratnya. AS kini tengah bersiap-siap untuk mengeluarkan cadangan minyak daruratnya untuk pertama kali pada tahun ini.Cadangan itu harus dikeluarkan untuk menggantikan terhentinya produksi minyak di teluk tersebut akibat amukan Katrina. Langkah darurat tersebut diumumkan Pemerintah AS dalam pernyataannya seperti dilansir AFP, Kamis (1/9/2005).Pemerintah AS menyebut Katrina sebagai salah satu badai dengan kekuatan yang sangat dahsyat yang pernah menimpa AS. Namun demikian, pemerintah AS meyakini Katrina hanya akan menimbulkan dampak yang 'sedang' pada perekonomian AS. Menteri Energi AS Samuel Bodman mengatakan, seiring melonjaknya harga BBM di AS, maka Gedung Putih memutuskan untuk mengeluarkan cadangan BBM strategisnya untuk memenuhi permintaan dari industri minyak. "Kami telah bekerja untuk itu dan sudah mendapat persetujuan," kata Bodman.Menurut Bodman, keluarnya cadangan BBM AS itu akan dilakukan paling cepat Kamis ini. "Kami akan segera bereaksi paling cepat 24 jam setelah menerima permintaan," kata juru bicara Departemen Energi AS Craig Stevens.Pemerintah AS berharap bisa mengumumkan masalah pengeluaran cadangan BBM AS ini pada Kamis sore ini. "Kami belum bisa menyebutkan berapa banyak minyak yang akan dikeluarkan saat ini atau berapa perusahaan yang akan dilibatkan," kata Stevens.AS saat ini menyimpan 700 juta barel minyak di empat lubang bawah tanah di pesisir Texas dan Louisiana. Cadangan itu dimaksudkan untuk melindungi pasar minyak jika ada gangguan suplai.Cadangan minyak ini untuk pertama kalinya dibuat pada tahun 1070-an saat terjadi guncangan minyak dunia. Cadangan tersebut terakhir digunakan setelah munculnya badai Ivan pada September 2004 sebesar 5 juta barel.Amukan Badai Katrina tidak hanya menelan ratusan korban tewas, namun menimbulkan kerugian yang luar biasa. Pembayaran asuransi untuk amukan Katrina diperkirakan mencatat angka terbesar hingga US$ 26 miliar.Katrina juga telah menyebabkan paling tidak ada delapan kilang di Louisiana dan Mississipi ditutup. Sementara kilang-kilang lainnya berusaha untuk mengatasi kekurangan pasokan minyak mentah akibat rusaknya jaringan pipa dari tempat pengeboran di Teluk Meksiko. Dua terminal tanker di Louisiana yakni Port Fourchon dan Louisiana Offshore Oil Port juga rusak akibat amukan Katrina. Padahal dua pelabuhan ini merupakan tempat impor 20 persen minyak ke AS.Di Teluk Meksiko, tiga platform minyak dilaporkan hilang oleh operatornya. Selain itu paling tidak sembilan tempat pengeboran hanyut akibat Katrina.Akibat amukan Katrina, harga minyak kini bercokol di level US$ 70 per barel, atau naik hingga dua kali lipat dibandingkan level tahun 2003.Harga minyak jenis light untuk pengantaran Oktober naik 68 sen ke level US$ 70,49 per barel. Harga tertinggi tercapai pada Selasa, 30 Agustus di level US$ 70,85 per barel. Sementara minyak jenis Brent untuk pengantaran Oktober naik 34 sen menjadi US$ 67,91 per barel. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads