Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 10 Des 2018 07:30 WIB

Sandiaga Mau Tiru Cara Putin Naikkan Penerimaan Pajak, Efektif?

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Ari Saputra Foto: Ari Saputra
Jakarta - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengatakan, jika pasangannya terpilih akan menurunkan tarif pajak demi menaikkan rasio penerimaan pajak. Sehingga penerimaan negara bisa meningkat untuk membangun infrastruktur tanpa berutang.

Pasangan itu akan mengadopsi strategi perpajakan yang diterapkan oleh Presiden Rusia Vladimir Putin. Pada Januari 2001 Rusia menerpkan pajak penghasilan pribadi secara flat (flat tax) sebesar 13%. Menurut BPN hal itu akan ampuh menaikkan tax ration.

Menurut Kepala Ekonom Bank BCA David Sumual bisa saja penurunan tarif pajak akan berdampak pada kenaikan tingkat kesadaran dari wajib pajak. Namun hal itu membutuhkan waktu.

"Mungkin dalam jangka pendek malah memperburuk, tapi dalam jangka panjang bisa meningkat. Karena harapanya aktivitas meningkat, sehingga tax ratio naik," terangnya kepada detikFinance, Minggu (9/12/2018).



Menurut David setidaknya membutuhkan waktu paling cepat 1 tahun agar kebijakan itu berdampak pada kenaikan tax ratio. Namun dalam kurun waktu itu maka akan ada pengorbanan yang dilakukan.

Penerimaan pajak akan berkurang seiring dengan tarif pajak yang dikurangi. Alhasil harus ada pemangkasan belanja, alias pemerintah harus ikat pinggang.

"Jadi harus ada yang dikurangi belanjanya. Mungkin salah satu hal birokrasi kita yang masih perlu diefisiensikan," tambahnya.


Pemerintah sendiri tahun ini memperkirakan rasio perpajakan sebesar 11,6%. Tahun depan diperkirakan naik menjadi 12,1%.



Tonton juga 'Pegawai Pajak Kena OTT, Menkeu: Pengkhianatan Institusi!':

[Gambas:Video 20detik]

Sandiaga Mau Tiru Cara Putin Naikkan Penerimaan Pajak, Efektif?
(das/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed