Inflasi Agustus 0,55 Persen

Inflasi Agustus 0,55 Persen

- detikFinance
Kamis, 01 Sep 2005 15:40 WIB
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi selama Agustus sebesar 0,55 persen, yang berarti turun dibandingkan inflasi Juli sebesar 0,78 persen.Demikian Kepala BPS Choiril Maksum dalam jumpa pers di kantornya, Jl Dr Soetomo, Jakarta, Kamis (1/9/2005).Laju inflasi tahun kalender 2005 sebesar 5,66 persen, dan inflasi year on year Agustus 2005 terhadap Agustus 2004 sebesar 8,33 persen. Dari 45 kota IHK, tercatat 38 kota mengalami inflasi dan 7 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Banda Aceh (3,24 persen) dan inflasi terendah terjadi di Palangkaraya (0,06 persen). Deflasi terbesar terjadi di Kendari (0,44 persen) dan deflasi terkecil terjadi di Tasikmalaya (0,03 persen).Inflasi terjadi karena kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada semua kelompok barang dan jasa. Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga selama Agustus 2005 antara lain cabe merah, tarif uang sekolah, tarif air minum PAM, beras, gula pasir, tarif dokter umum, harga minyak tanah. Sedangkan komoditas yang turun harganya antara lain telur ayam ras, bawang merah, tomat, jeruk.Choiril mengatakan, berdasarkan hitung-hitungan BPS dari beberapa skenario terkait rencana menaikkan harga BBM, jika premium naik 30 persen, akan ada tambahan inflasi 0,56 persen. Jika premium naik 40 persen, ada tambahan inflasi 0,75 persen, dan bila premium naik 60 persen, ada tambahan inflasi 1,12 persen. Untuk solar, jika naik 30 persen, ada tambahan inflasi 0,01 persen. Untuk kenaikan 40 persen akan ada tambahan inflasi 0,02 persen dan jika solar naik 60 persen, akan ada tambahan inflasi 0,025 persen. Jika ada kenaikan minyak tanah naik 30 persen, akan ada tambahan inflasi 0,06 persen, jika minyak tanah naik 40 persen ada tambahan inflasi 0,124 persen dan jika naik 60 persen akan ada tambahan inflasi 0,186 persen.Menurut Choiril, inflasi tidak hanya dipengaruhi oleh kenaikan harga BBM, tetapi juga tergantung kebijakan pemerintah. "Inflasi tidak hanya dipengaruhi kenaikan BBM, tapi juga tergantung pada kebijakan pemerintah, apakah nanti akan menyebabkan inflasi semakin bertambah atau berkurang," ujarnya.Ditambahkannya, ekspektasi masyarakat bahwa inflasi akan naik juga menyebabkan dampak psikologis yang meningkatkan laju inflasi. (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads