Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 12 Des 2018 15:35 WIB

Tokopedia, Didirikan Penjaga Warnet hingga Jadi Perusahaan Rp 101 T

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Foto: detikINET/Irna Prihandini
Jakarta -

Sekitar sembilan tahun yang silam, sebuah perusahaan perantara penjual antara pedagang dan konsumen di internet lahir di Indonesia. Tak ada yang menyangka, dalam waktu kurang dari sepuluh tahun perusahaan tersebut memiliki nilai jual hingga ratusan triliun rupiah.

Adalah seorang William Tanuwijaya dan rekannya Leontinus Alpha Edision yang mendirikan perusahaan tersebut dengan nama Tokopedia. Mengutip kata ensiklopedia, nama Tokopedia pun dipilih sebagai perusahaan serba ada yang menjadi toko online dengan beragam produk di dalamnya.

Kesuksesan Tokopedia tentu tak diraih dalam waktu singkat. Butuh perjuangan hingga ke titik sekarang ini. Lahirnya Tokopedia juga tak lepas dari perjuangan gigih para pendirinya.

Menurut William Tanuwijaya, kiprahnya sebagai pengusaha berawal dari situasi terdesak untuk memenuhi kebutuhan hidup di perantauan. William lahir di Pematang Siantar, Sumatera Utara dan merantau ke Jakarta pada akhir tahun 1990-an.

"Saya belajar tentang semangat membangun bambu runcing. Saya selalu menganggap menjadi pengusaha karena kepepet. Entrepreneur by accident," kata William kepada detikFinance pada 2016 silam.

William yang saat itu mencari pekerjaan sampingan menjadi seorang operator warnet yang saat itu sangat ramai di awal tahun 2000-an. Dari situ, ia kemudian jatuh cinta kepada internet, yang pada akhirnya menjadi cikal bakal berdirinya Tokopedia.

Kala itu William bekerja di forum jual beli. Lulusan Universitas Bina Nusantara (Binus) itu kerap mendapati banyak komplain dari pengguna yang mengalami penipuan transaksi. Akhirnya timbul ide untuk membuat sebuah tempat yang terpercaya untuk jual beli online.

Meski sempat diragukan karena tidak ada latar belakang bisnis, Wiliam tetap nekat mewujudkan keinginanya itu. Akhirnya pada pada 6 Februari 2009, ia bersama Leon mendirikan Tokopedia. Dan pada 17 Agustus 2009, e-commerce itu resmi diluncurkan.

Pada bulan pertama berdiri, Tokopedia berhasil menggaet 509 merchants dengan 4.560 member. Jumlah transaksi yang dibukukan hanya Rp 33 juta.

Setahun berdiri, Tokopedia mengalami perkembangan signifikan. Mereka berhasil mengandeng 4.659 merchant dengan 44.785 members. Transaksi yang ditorehkan mencapai Rp 5,954 miliar.

Angka tersebut terus bertambah. Pada awal tahun 2017, Tokopedia telah memiliki 40 juta produk dengan 12 juta pengguna, sementara total transaksi tembus lebih dari Rp 1 triliun per bulan.

Meski awalnya Wiliam mengaku sulit mendapatkan suntikan dana, berkat sejumlah pencapaian Tokopedia, sejumlah investor mulai berdatangan. Tercatat di antaranya adalah East Venture, CyberAgent Ventur dan Softbank.

Setelah mendapatkan modal yang sangat besar, Tokopedia makin berlari kencang. Saat ini Tokopedia telah menjadi salah satu marketplace online terbesar di Indonesia.

Terakhir, Tokopedia baru saja mendapat suntikan dana segar sebesar US$ 1,1 miliar atau sekitar Rp 15,9 triliun (kurs Rp 14.500). Suntikan modal itu telah membuat valuasi Tokopedia saat ini mencapai US$ 7 miliar atau setara Rp 101,5 triliun.





Tonton juga 'Suntikan Dana US$ 1 M untuk Tokopedia':

[Gambas:Video 20detik]


Tokopedia, Didirikan Penjaga Warnet hingga Jadi Perusahaan Rp 101 T

(eds/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com