Kerugian Katrina Capai US$ 100 M

Setara Insiden WTC

Kerugian Katrina Capai US$ 100 M

- detikFinance
Sabtu, 03 Sep 2005 12:25 WIB
Jakarta - Amukan Katrina yang menelan ratusan korban jiwa dan menghancurkan kawasan New Orleans, AS, diperkirakan menimbulkan kerugian hingga US$ 100 miliar.Kerugian yang sangat besar itu ditimbulkan oleh banjir yang merendam kawasan New Orleans, angin ribut, dan gelombang di kawasan pesisir yang mencabik-cabik infrastrukrur di kawasan tersebut. Angka tersebut termasuk juga dampak ekonomi tak langsung lainnya.Demikian perkiraaan Risk Management Solutions (RMS) yang merupakan konsultan bagi industri keuangan dan asuransi seperti dilansir AFP, Sabtu (3/9/2005). RMS menyebut bencana di New Orleans tersebut sebagai banjir yang paling membahayakan dalam sejarah AS dan menyebabkan paling tidak 150 ribu bangunan terendam.RMS juga mengatakan, kerugian sebesar US$ 100 miliar menyebabkan angka kerugian akibat bencana alam lainnya terlihat 'kerdil'. Angka US$ 100 miliar tersebut juga diperkirakan menyamai kerugian akibat serangan 11 September 2001. Sebelumnya, Global Insight menyebut, khusus untuk asuransi kerugian diperkirakan mencapai US$ 25 miliar. "Namun banyak juga orang-orang yang tidak diasuransikan. Jadi sangat mungkin bahwa angka kerugian sebenarnya dapat mencapai dua kali lipat atau bahkan tiga kali lipat hingga US$ 75 miliar," kata juru bicara Global Insight Jim Dorsey.RMS juga menyebutkan bahwa angka kerugian US$ 25 miliar seperti dilansir Global Insight itu belum termasuk dana luar biasa besar untuk membangun kembali New Orleans. Padahal kebanyakan bangunan itu kini terendam setalah tanggul yang melindungi kota dari danau dan sungai Mississipi hancur. Katrina juga telah menjadi bencana yang sangat merugikan karena juga merusak kilang-kilang minyak utama, pelabuhan, pipa-pipa dan jalan raya. Kota dengan kerusakan paling parah adalah Louisiana dan Mississipi. Meski di kota tersebut hanya memberi kontribusi 2 persen terhadap PDB AS, namun wilayah tersebut termasuk sangat vital. Di kawasan tersebut terdapat pelabuhan yang biasanya digunakan untuk pengapalan bagi ekspor produk-produk pertanian dan industri AS, termasuk untuk impor minyak mentah. Menteri Keuangan AS John Snow memrediksi perekonomian AS kemungkinan akan sedikit melemah dalam beberapa bulan ini."Jelas sekali ini akan menjadi waktu yang menantang bagi perekonomian AS. Hal yang menguntungkan adalah bahwa performa perekonomian AS tetap baik," kata Snow usai berbicara dengan Gubernur Federal Reserve Alan Greenspan. (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads