Ada Daftar Baru Orang Terkaya RI, Darmin Lebih Pikirkan Pengusaha Kecil

Ada Daftar Baru Orang Terkaya RI, Darmin Lebih Pikirkan Pengusaha Kecil

Hendra Kusuma - detikFinance
Jumat, 14 Des 2018 16:09 WIB
Ada Daftar Baru Orang Terkaya RI, Darmin Lebih Pikirkan Pengusaha Kecil
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -
Majalah Forbes kembali merilis jajaran orang terkaya di Indonesia tahun 2018. Berdasarkan keterangan resmi dari Forbes, daftar baru konglomerat ini mencatat 10 nama, beberapa nama merupakan orang lama yang sebelumnya juga masuk daftar.

Menangapi itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengaku tidak mau memikirkan para konglomerat di Indonesia. Dia lebih memilih untuk mengurusi pengusaha yang masih kecil dan menengah.

"Pemerintah ya gini, konglomerat penghasilan dan labanya bagus, yang perlu kita urusi ya yang kecilnya, biar meningkat. Jangan dipikirin kalau yang gede cepat, yang harus dipikirin yang kecilnya," kata Darmin di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (14/12/2018).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mantan Dirjen Pajak ini menjelaskan, para konglomerat di tanah air dengan sendiri bisa tumbuh semakin besar. Sehingga, pemerintah harus lebih fokus kepada pengusaha kecil dan menengah.

"Artinya, gini lah konglomerat berkembang dengan cepat ya bagus. Tapi, buat negara itu kepentingannya itu yang kecil dan menengah itu juga bagus. Kalau sama-sama bagus kan keren," ujar dia.


Berikut daftar 10 besar orang terkaya di Indonesia
1. Budi dan Michael Hartono: US$ 35 miliar setara Rp 507,5 triliun
2. Susilo Wonowidjojo: US$ 9,2 miliar setara Rp 133,4 triliun
3. Eka Tjipta Widjaja: US$ 8,6 miliar Rp 124,7 triliun
4. Sri Prakash Lohia: US$ 7,5 miliar Rp 108,75 triliun
5. Anthoni Salim: US$ 5,3 miliar setara 98,05 triliun
6. Tahir: US$ 4,5 miliar setara Rp 65,2 triliun
7. Chairul Tanjung: US$ 3,5 miliar setara Rp 50,75 triliun
8. Boenjamin Setiawan: US$ 3,2 miliar setara Rp 46,4 triliun
9. Jogi Hendra Atmadja: US$ 3,1 miliar setara Rp 44,9 triliun
10. Prajogo Pangestu: US$ 3 miliar setara Rp 43,5 triliun

*Kurs dihitung: Rp 14.500/dolar AS

(hek/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads