Bisnis 'Ngeprint' Depan Kampus

Eksistensi Tukang 'Ngeprint' Depan Kampus di Era Digitalisasi

Hendra Kusuma - detikFinance
Minggu, 16 Des 2018 11:42 WIB
Foto: Hendra Kusuma/detikFinance
Jakarta - Sepuluh tahun sudah, Budi menekuni usaha fotokopi, percetakan dan jasa print (cetak). Dia membuka usaha di dekat Stasiun Pondok Cina, Depok, Jawa Barat. Usahanya melayani, fotokopi, ngeprint dan penjilidan.

Meski lokasinya cukup jauh dari kampus atau sekolahan, namun usahanya bisa bertahan sampai sekarang. Sepuluh tahun menekuni usaha fotokopi dan percetakan, Budi tahu dan merasakan betul dampak dari digitalisasi.

Semua yang awalnya bersifat manual, seperti tugas kampus atau sekolah yang dulu sering difotokopi atau digandakan kini beralih ke digital. Tugas dari kampus atau sekolah kini seringnya dikirim melalui surat elektronik atau email.

"Setiap zaman itu menuntut berbeda, terutama di bidang teknologi, tentunya yang dulunya manual sekarang larinya ke digital," kata Budi saat ditemui detikFinance di tokonya pekan lalu.


Pengaruh paling terasa adalah menurunnya volume kertas yang digandakan dan dijilid. Sebelum teknologi booming, mudah mendapatkan proyek penggandaan. Seperti buku pelajaran yang difoto copy, hingga tugas makalah. "Kalau sekarang kebanyakan hanya ngeprint tugas, itu pun sedikit (penggandaanya)," kata Budi.

Namun Budi dan sejumlah pengusaha percetakan dan fotokopi tak lantas menyerah. Sejumlah strategi usaha diupdate lagi disesuaikan dengan perkembangan teknologi. Setiap usaha percetakan kini memiliki fasilitas yang memudahkan para pelanggan. Sebut saja seperti komputer yang bebas digunakan untuk konsumen.

"Jadi kuncinya, kita mengikuti kemauan, keinginan konsumen, ya kita harus siapkan teknologi yang modern sesuai zaman, apa permintaan zaman ya kita harus bisa beradaptasi, kemudahan konsumen lha," ungkap dia.

Strategi serupa juga diterapkan usaha percetakan dan fotokopi yang buka di dekat kampus. Misalnya di depan Universitas Gunadarma, Depok, Jawa Barat. Enda, pemilik toko percetakan Pelangi Mandiri di seberang Universitas Gunadarma mengakui era digital tak membuat bisnis ini tergerus.

Bahkan kini di kampus Universitas Gunadarma kian banyak bisnis serupa dan menambah ketatnya persaingan. Enda yang pernah sepuluh tahun bekerja di usaha percetakan dan fotokopi kini memiliki kesempatan membuka usaha sendiri.


Bisnis percetakan dan fotokopi memang tak seramai dulu. Namun itu bukan semata disebabkan oleh boomingnya era digital melainkan banyaknya pesaing.

Dan, kreeeekkk.....kreeeekkk......!

Bunyi rolling door toko foto copy dan penjilidan di kawasan Kelapa Dua, Depok di depan Universitas Gunadarma Kampus E itu akan selalu kita dengar di pagi hari. (erd/dna)