Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 16 Des 2018 14:37 WIB

Bisnis 'Ngeprint' Depan Kampus

Digempur Era Digital, Berapa Omzet Tukang 'Ngeprint' Depan Kampus?

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Hendra Kusuma/detikFinance
Jakarta - Di tengah perkembangan teknologi yang begitu pesat. Jadi tukang 'ngeprint' dan penjilidan pun masih mendapatkan omzet yang legit.

Hal itu dirasakan langsung oleh Budi, salah satu pemiliki toko fotokopi di sekitaran Stasiun Pondok Cina, Depok, Jawa Barat.

Dia mengaku bahwa kondisi bisnis percetakan di era digital seperti searang sangat berbeda dengan 10 tahun lalu, di mana internet masih terbatas.

"Tapi sebenarnya sama, 11 12, kalau dari sisi omzet jaman dulu dan sekarang," kata Budi saat berbincang dengan detikFinance, Jakarta, Rabu (12/12/2018).


Yang berbeda, kata Budi, adalah laba bersih yang diterima. Perbedaan itu dikarenakan biaya operasional toko 'ngeprint' dan penjilidan sekarang lebih tinggi.

"Cuma perbadaannya hanya satu, kalau dulu sisi pengeluaran sedikit kalau sekarang banyak, seperti dari biaya operasional, bayar karyawan, sewa tempat," jelas dia.

Dia membeberkan, setiap harinya toko fotokopi dan penjilidannya berhasil mendapatkan omzet Rp 5 - Rp 6 juta. Omzet yang didapatkannya itu bukan hanya berasal dari penggandaan, 'ngeprin', dan penjilidan saja. Tetapi, berasal dari produk percetakan lainnya, serta penjualan alat-alat tulis.

"Kalau dulu profit bisa 70% dari omzet per pendapatan, per hari. Sekarang sama (omzetnya) kalau dulu profit 70% sekarang hanya 20%, karena sekarang kita beli makan mahal, dulu cuma Rp 2.000 sekarang bisa Rp 5.000," ungkap dia.


Meski memiliki omzet yang masih legit, Budi mengaku akan terus beradaptasi dengan perubahan zaman yang begitu cepat, sambil memberikan layanan dan fasilitas yang baik bagi para konsumenanya.

"Kita memenuhi dan menyesuaikan kebutuhan lingkungan saja, kalau lingkungan membutuhkan alat tulis, kita penuhi dalam bentuk grosir, dalam jumlah banyak dan dibutuhkan dalam keseharian, dengan harga terjangkau lha," jelas dia. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com