Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 18 Des 2018 11:00 WIB

Melihat Iklan Gerindra soal Sarjana yang Susah Dapat Kerja

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Dok. Twitter Gerindra Foto: Dok. Twitter Gerindra
Jakarta - Partai Gerindra merilis iklan yang menggambarkan sarjana sulit mendapatkan kerja. Seorang sarjana ditampilkan tengah kesulitan mendapatkan pekerjaan pasca lulus kuliah, sehingga ia menjadi ojek online hingga fotografer freelance.

Iklan ini menuai beragam respons dari masyarakat. Tak banyak dari mereka yang menyaksikan video ini tersinggung terutama yang profesinya dicatut dalam iklan tersebut.

Kekecewaan terhadap pekerjaan sang anak juga ditunjukkan oleh kedua orang tuanya. Sang ayah dan ibu tak begitu senang dengan profesi yang digeluti sementara oleh putranya tersebut.


Pengamat Ekonomi dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) Fajar B Hirawan mengungkapkan iklan tersebut tidak relevan.

Dalam teori ekonomi, ada tiga jenis pengangguran yang ada, pertama pengangguran friksional atau pengangguran sementara, kemudian ada pengangguran struktural hingga siklikal.

"Untuk pengangguran kategori cyclical jelas tidak terjadi karena fundamental ekonomi Indonesia saat ini cukup kuat dan stabil," kata Fajar saat dihubungi detikFinance, Selasa (18/12/2018).

Dia menyampaikan, yang digambarkan oleh iklan tersebut adalah seorang anak muda yang masuk ke kategori pengangguran friksional atau dalam masa menunggu. Memang, dalam iklan diceritakan ada seorang sarjana arsitektur yang baru lulus dan sudah melamar ke sana-sini namun belum mendapatkan pekerjaan.

"Hal itu wajar dan pasti dialami oleh mayoritas pencari di pasar kerja. Nah mengenai waktu lamanya menunggu, tergantung dari bagaimana pasar bisa mencocokkan keahlian yang dimiliki pencari kerja dengan permintaan perusahaan di pasar kerja," imbuh dia.

Dalam video iklan tersebut diakhiri dengan sang bapak yang mengatakan situasi saat ini harus segera diubah. Kata si bapak, saatnya berpikir nanti bagaimana, bukan terus menunggu bagaimana nanti.


Ada juga potongan adegan pemuda dan ayahnya menonton televisi menyaksikan pidato Prabowo Subianto di KPU. Video ditutup dengan ajakan bergerak bersama Partai Gerindra.

"Saatnya Indonesia bergerak bersama Gerindra dan rakyat menuju Indonesia adil dan makmur," sebut pengisi suara.

Video itu diberi keterangan 'Akses pekerjaan harus terbuka luas, agar kelak tidak ada lagi gelar sarjana yang sia-sia. #PrabowoSandi #AdilMakmur'. Video iklan 'kerja, kerja, kerja' tersebut ramai dibahas.

(ara/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com