Ini Tugas Berat KPPU jika Jokowi atau Prabowo yang Menang di 2019

Hendra Kusuma - detikFinance
Rabu, 19 Des 2018 12:52 WIB
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Pengamat ekonomi Faisal Basri mengatakan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) akan mendapatkan tugas yang berat pada tahun 2019.

Faisal mengaku, beratnya tugas KPPU di tahun politik ini berlaku jika Joko Widodo (Jokowi) terpilih kembali, maupun Prabowo Subianto menjadi presiden.

"Saya ingin masuk politik terhadap persaingan, karena ini penting, karena calon presidennya sama saja, yang beda wakilnya," kata Faisal dalam acara outlook persaingan usaha di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (19/12/2018)

Faisal mengatakan, jika Jokowi-Ma'ruf Amin menang atau terpilih, maka akan ada penempatan orang-orang partai pendukung. Hal ini yang menjadi tantangan usaha ke depannya. Setidaknya, ada 10 partai politik yang mendukung.


"Kalau Jokowi menang, efektivitas pemerintahan lemaknya makin banyak, ongkos politik mahal. Sehingga, periode 2019-2024 ini akan berat di KPPU. Karena akan banyak distorsi yang berasal dari pemerintah," kata dia.

Sedangkan dari sisi pasangan Prabowo-Sandiaga, Faisal mengungkapkan akan semakin berat bagi KPPU dalam menciptakan persaingan usaha yang sehat.

"Kalau Pak Prabowo menang, semua pemain baru siap mengeruk yang baru-baru, di sini sudah ada yang haus, PKS, PAN, Gerindra, haus logistik, diganti direksi BUMN, mulai baru lagi, berat juga membayangkan," tegas dia.

Namun, peneliti senior Indef ini meminta KPPU harus bisa menjawab tantangan tersebut dengan tetap independensi.

"Apa yang dilakukan KPPU, independensi harga mati," ungkapnya.

(hek/fdl)