Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 19 Des 2018 20:42 WIB

'Obat' untuk Sembuhkan Tekor Neraca Dagang Dinilai Tak Ampuh

Hendra Kusuma - detikFinance
Ilustrasi ekspor impor/Foto: Muhammad Ridho Suhandi Ilustrasi ekspor impor/Foto: Muhammad Ridho Suhandi
Jakarta - Mantan Menteri Keuangan Fuad Bawazier mengkritisi sejumlah kebijakan pemerintah yang ditujukan untuk mendorong kinerja ekspor belum efektif dalam memperbaiki neraca perdagangan Indonesia yang tekor.

Fuand menyebut, 'obat' dongkrak ekspor itu mulai dari paket kebijakan, penerapan program B20 atau pencampuran Fame sawit ke solar, hingga pemberian insentif pajak.

"Untuk mengurangi neraca perdagangan makanya ada B20, itu nggak jalan, angka itu tidak pengaruh B20, kalau dikasih B20 rusak mesin kita, itu memang untuk bantu (harga) sawit yang jatuh," kata Fuad dalam acara Rabu Biru di Markas Pemenangan Prabowo-Sandi, Jakarta, Rabu (19/12/2018).


Defisit neraca perdagangan Indonesia pada November 2018 tercepat US$ 2,05 miliar, jika dilihat kumulatif Januari-November defisitnya sebesar US$ 7,52 miliar.

Dia bilang, defisit neraca perdagangan yang terus terpuruk juga karena Indonesia saat ini tidak memiliki ekspor andalan. Selanjutnya, impor migas yang selalu menjadi biang kerok defisit neraca perdagangan dikarenakan pada saat ini masih kurang eksplorasi.


Menurut dia, produksi minyak Indonesia jauh berbeda jika dibandingkan pada saat orde baru. Saat ini konsumsi mencapai 2,6 juta barel sedangkan produksi 750 ribu barel.

"Orde baru kita kebalik makanya jadi anggota OEC, sekarang kebalik, ini sesuatu yang salah," kata dia. (hek/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com