Harga Emas Masih di Puncak Tertinggi

Harga Emas Masih di Puncak Tertinggi

Danang Sugianto - detikFinance
Kamis, 20 Des 2018 14:07 WIB
Harga Emas Masih di Puncak Tertinggi
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Harga emas sedikit menurun, namun masih berada di puncak tertingginya selama lebih dari 5 bulan. Tingginya harga emas salah satunya disebabkan oleh sinyal dari Bank Sentral Amerika Serikat (AS), The Fed, yang sedikit menahan diri untuk menaikan suku bunga acuan di tahun depan.

Melansir Reuters, Kamis (20/12/2018), pada perdagangan Rabu harga emas turun tipis 0,1% ke posisi US$ 1.248,01 per ounce. Sementara emas berjangka AS turun 0,1 persen menjadi US$ 1.252,10 per ounce.

"Latar belakang umum untuk emas masih positif," kata analis Commerzbank, Carsten Fritsch. Dia menambahkan penurunan harga juga dapat dikaitkan dengan beberapa aksi ambil untung setelah sebelumnya terus menguat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Pelaku pasar juga sedang mempersiapkan diri untuk menantikan keputusan suku bunga Federal Reserve setelah pertemuan kebijakan dua hari terakhir tahun ini.

"Ini adalah pertemuan Fed yang paling tidak pasti dalam beberapa waktu. Kemungkinan sekitar 2/3 mendukung kenaikan suku bunga dalam pertemuan ini," kata Fritsch.

Bank Sentral AS mungkin menandakan sebelumnya untuk pengetatan moneter dalam menghadapi volatilitas pasar keuangan dan meningkatnya kekhawatiran resesi. Ekspektasi suku bunga yang lebih rendah cenderung mendorong komoditas emas, sebab hal itu memberikan tekanan pada greenback.

Dolar AS sebelumnya sudah turun 0,3% setelah menyentuh satu minggu terendah versus sekeranjang mata uang di sesi sebelumnya, yang membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.


Harga emas sendiri telah meningkat hampir 8% dari posisi terendah di 19-bulan lalu pada pertengahan Agustus kemarin. Harga emas juga jauh lebih baik sejak Maret 2017.

Sementara itu, perak naik 0,2% pada US$ 14,66, lalu platinum naik 0,5% menjadi US$ 791,10. Kemudian spot paladium naik 0,3% menjadi US$ 1.247,46 per ounce, mencapai rekor tertinggi US$ 1,269.50 awal pekan ini. (das/dna)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads