Elpiji Langka, Pertamina Riau Operasi Pasar
Senin, 05 Sep 2005 17:22 WIB
Jakarta - Lebih dari dua pekan ini, liquid petroleum gas/LPG (baca elpiji) di Riau daratan mengalami kelangkaan. Harga pun sempat melampung di pasaran. Karenanya, Cabang Pertamina Unit Wilayah II Riau Daratan hari ini, Senin (5/9/2005) melakukan operasi pasar.Lebih dua pekan, masyarakat di Pekanbaru kewalahan mencari elpiji. Di semua tempat penjualan elpiji yang selama ini menyuplai untuk kebutuhan masyarakat tidak lagi tersedia. Hargapun sempat naik drastis akibat kelangkaan tersebut. Untuk satu tabung elpiji dengan isi 12 kg, yang biasanya hanya Rp 51 ribu, harganya sempat melonjak hingga Rp 75 ribu sampai dengan Rp 80 ribu.Guna mengatasi lonjakan harga itu, pihak Pertamina Unit II Riau, hari ini melakukan operasi pasar. Operasi itu dialukan di sejumlah letak strategis sebagai jalur paling ramai dilintasi masyarakat. Misalnya saja, operasi pasar gas elpiji ini, digelar di depan makam Pahlawan Kusuma Dharma, Jalan Sudirman, Pekanbaru.Ratusan warga sejak tadi pagi, terlihat antri membawa tabung gas kosong. Dengan harapan mereka bisa membeli elpiji yang sudah lama tidak tersedia. Operasi ini dilakukan Pertamina Riau, guna menstabilkan kembali harga elpiji sesuai dengan harga yang telah ditetapkan."Kita buat operasi pasar ini, selain mengatasi kelangkaan juga menjaga harga sesuai dengan standarnya. Bila kita tidak melakukan operasi pasar, bisa jadi para spekulan tetap menaikan harga dil uar harga yang telah ditentukan," kata Kepala Cabang Pertamina Unit II Riau, Ghandi Sri Widodo kepada detikcom, di sela-sela operasi pasar itu.Menurut Gandhi, langkanya elpiji di wilayah Riau ini, dimungkinkan karena sistem injeksi di kilang minyak Dumai sempat mengalami kerusakan selama 10 hari. Kondisi itulah, yang menyebabkan terjadinya kelangkaan elpiji di Pekanbaru."Saat kilang di Dumai rusak, kita malah pernah menyuplai kebutuan gas di Riau dari Pangkalan Susu di Sumatera Utara. Namun hari ini laporan yang kita terima, kilang minyak di Dumai sudah bisa kembali dioperasikan. Kita harapkan, kondisi ini akan segera stabil kembali," kata Ghandi.Kebutuhan gas elpiji untuk wilayah Riau daratan mencapai 40 ton per hari. Dari jumlah itu untuk kebutuhan elpji di Pekanbaru mencapai 27 ton per hari. Selama ini seluruh kebutuhan gas elpiji untuk wilayah pemasaran di Riau dipasok dari kilang minyak di Dumai. "Karena kilang kita sempat rusak beberapa hari, secara otomatis stok gas elpiji kita sempat kekurangan," ujar Gandhi.
(mar/)











































