ADVERTISEMENT

Saingan Makin Banyak, Omzet Importir Kembang Api Turun 30%

Saifan Zaking - detikFinance
Rabu, 26 Des 2018 13:08 WIB
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Jelang perayaan akhir tahun pesanan kembang api pasti melonjak dibanding hari-hari biasanya. Namun, dalam 5 tahun ini, penjual kembang api mengaku mengalami penurunan permintaan.

Direktur Utama PT Toyindo Perkasa Oki Santosa berkata bahwa dalam 5 tahun terakhir ini permintaan pesanan kembang api semakin menurun.

"Ya relatif hampir sama lah dari tahun ke tahun, tapi 5 tahun belakangan ini menurun lah. omzet turun 30%-nan ada lah" jelasnya ketika dihubungi detikFinance, Rabu (26/12/2018).

Menurunnya permintaan dari tahun ke tahun bukan tanpa sebab, melainkan karena semakin banyaknya importir yang menambah persaingan pasar industri kembang api.


"Karena pemainnya tambah banyak, importirnya tambah banyak, katakanlah dulu pasarnya hanya 5 orang, sekarang dibagi 10, terus dibagi lagi 15 orang, kan itu makin kecil porsinya (penjualan)," terangnya.

Ia menambahkan, alasan lain adalah faktor bencana alam yang tidak dapat diprediksi. Hal tersebut menyebabkan permintaan dari kawasan yang mengalami bencana pun menurun.

"Ya memang kondisi kadang-kadang nggak tentu ya kayak ada bencana ya menurun," tutupnya. (zlf/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT