Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 26 Des 2018 13:58 WIB

Harbolnas 2018, Orderan JD.ID Melonjak Hampir 900%

Trio Hamdani - detikFinance
Ilustrasi Harbolnas. Foto: Reuters Ilustrasi Harbolnas. Foto: Reuters
Jakarta - Konsumen di Indonesia dimanjakan dengan hadirnya Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) di penghujung tahun 2018. Antusias masyarakat pun disebut-sebut melonjak tajam saat perayaan Harbolnas, seperti diakui salah satu pemain e-commerce yaitu JD.ID.

Head of Marketing JD.ID Mia Fawzia mengatakan, pihaknya menerima orderan yang membludak saat Harbolnas 2018. Jumlahnya hampir mencapai 900% atau tepatnya 826% dibandingkan Harbolnas 2017.

"(Orderan di Harbolnas 2018 melonjak) 8 kali lipat, tepatnya 826%," kata dia saat berbincang dengan detikFinance di kantornya, Jakarta, Rabu (26/12/2018).

Pihaknya pun tak menyangka bila antusias masyarakat bisa setinggi itu. Angka tersebut berada di luar prediksi yang telah mereka perhitungan.

"Misalnya kalau kami mengeluarkan promosi seperti ini dengan amplifikasi media seperti ini, dengan segala macam seperti ini, kira-kira kita prediksi berapa lah gitu. Ternyata tahun ini it's amazing, bisa dibilang prediksi kita, kita ekspektasi 5 kali lipat," jelasnya.

JD.ID dengan armada logistiknya, JX, sudah mempersiapkan akan terjadi lonjakan. Namun hanya berdasarkan perkiraan lonjakan sebesar 5 kali lipat dibandingkan Harbolnas 2017. Karenanya, mereka hingga menyewa tenaga freelance untuk menjadi kurir pengiriman barang dari JD.ID.


"Kami sewa freelance-freelance lain dalam waktu sekian hari, komitmen kami 1-7 hari delivery. Waktu kirim pun sudah kami perpanjang. Yang biasanya paling telat diterima konsumen pukul 7 malam, sekarang kami perpanjang hingga pukul 10 malam. Tapi jika akhirnya keterlambatan itu tetap terjadi, kami berharap konsumen dapat memahami situasinya dan ini kami jadikan ini sebagai evaluasi yang berharga untuk terus memperbaiki diri," ujarnya.

Tidak seperti kebanyakan e-commerce lain yang mengusung model Customer to Customer (C toC)- pembeli (buyer) langsung menunggu pengiriman dari para penjual (seller)- JD.ID mengusung model Business to Customer (B to C) yang mempersiapkan dan menjalankan semuanya sendiri langsung ke pelanggan, termasuk pergudangan yang tersebar di pulau-pulau besar di Nusantara dan armada pengiriman yang tahun ini harus berjibaku berkali lipat dampak dari suksesnya ledakan Harbolnas 2018.

"Di pesta Harbolnas kita pikir akan naik 5 kali lipat. Itu kita siapkan untuk armadanya, kita siapkan segala macam lah ya. Ternyata meledak menjadi sekian kali lipat. Jadi can you imagine bagaimana semua orang jadi harus bekerja siang malam untuk memenuhi order tersebut," jelasnya.

Sementara itu, angka riil dari lonjakan orderan selama Harbolnas, pihaknya belum bisa buka-bukaan. Itu karena barang yang sudah dibeli masih bisa dibatalkan pelanggan dalam batas waktu beberapa hari. Pihaknya masih menunggu semua beres.

""Tentu kami sudah memiliki angka pesanan untuk Harbolnas 2018. Tetapi angka riil dari lonjakan pesanan masih perlu dihitung secara lebih detil. Hal ini disebabkan karena masih ada konsumen masih memiliki masa refund atau bahkan pembatalan dalam batas waktu tertentu. Sehingga kami masih perlu menghitung ulang semua transaksi dan pesanan lebih seksama," tambahnya.






Tonton juga 'Harbolnas, Jabodetabek Paling Banyak Pengiriman Barang via Go-Jek':

[Gambas:Video 20detik]


(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed