Pencairan Subsidi Langsung akan Diuji Coba Awal Oktober

Pencairan Subsidi Langsung akan Diuji Coba Awal Oktober

- detikFinance
Selasa, 06 Sep 2005 14:40 WIB
Jakarta - Pemerintah akan mulai menyalurkan dana kompensasi melalui subsidi langsung mulai Oktober 2005. Diperkirakan ada 60 juta penduduk miskin yang akan mendapat dana kompensasi tersebut."Kita akan melakukan trial pada awal Oktober," kata Meneg PPN/Kepala Bappenas Sri Mulyani Indrawati usai mengikuti rapat dengan DPD di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Selasa (6/9/2005).Sri Mulyani menjelaskan, sensus penduduk miskin akan tetap dilakukan sesuai jadwal dan diharapkan selesai pada minggu kedua bulan September 2005 untuk pulau Jawa. Untuk luar pulau Jawa diharapkan selesai dua pekan kemudian.Jumlah dana kompensasi yang akan diperoleh keluarga miskin tersebut sedang dihitung oleh pemerintah. Angka kompensasi itu juga tergantung kapan dan berapa kenaikan harga BBM diberlakukan.Yang pasti, kata Sri Mulyani, pemberian dana kompensasi BBM itu sedapat mungkin tidak menimbulkan disinsentif untuk kerja dan bisa menutupi kebutuhan keluarga miskin tersebut."Jumlah kepala keluarga kalau yang sangat miskin itu 4 juta KK. Dan untuk near poor bisa mencapai 12-13 juta. Jadi total jumlahnya bisa mencapai 60 juta individu di seluruh Indonesia," ujar Sri Mulyani. Pemerintah juga tengah membicarakan mekanisme pembayaran dana subsidi langsung ini dengan BRI dan PT Pos Indonesia.Khusus dana kompensasi untuk sekolah, Sri Mulyani mengungkapkan bahwa hingga kini sebanyak 40 persen dari seluruh sekolah sudah menerima. Namun diakui masih ada beberapa sekolah dan provinsi yang belum menerima dana kompensasi tersebut.Beberapa masalah yang menghambat penyaluran dana subsidi tersebut adalah faktor prosedur, birokrasi dan karena ada perubahan jumlah murid di beberapa sekolah. Untuk September ini penyaluran kompensasi untuk sekolah akan terserap sekitar 90 persen. Sri Mulyani juga menyampaikan, total penyaluran dana kompensasi sampai saat ini baru mencapai 30 persen. Namun dalam dua minggu ke depan penyaluran dana bisa melonjak sampai 70-80 persen. (qom/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads