Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 30 Des 2018 13:39 WIB

Agen Travel: Bisnis Kami Tahun Ini Babak Belur

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Budi Sugiharto Foto: Budi Sugiharto
Jakarta - Pelaku bisnis biro perjalanan wisata mengaku babak belur soal penghasilannya di akhir tahun. Padahal biasanya rejeki nomplok mereka terjadi di penghujung tahun yang merupakan musim puncak liburan.

Ketua Umum Associaton of the Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Asnawi Bahar menjelaskan, pendapatan mereka turun karena bencana alam yang terjadi, di mana baru-baru ini menerjang kawasan Selat Sunda.

"Kalau tahun ini kita lihat memang stuck dan (pendapatan) kami malah menurun, karena dengan kondisi alam pendapatan kita jauh menurun," katanya saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Minggu (30/12/2018).

Biasanya, pendapatan biro perjalanan wisata bisa naik 5-10% di akhir tahun.


"Pendapatan kita biasanya tetap di atas 5-10% kenaikannya, rata rata begitu. Tapi dengan kondisi begini, pendapatan kita jauh berkurang karena lebih banyak mereka tidak menggunakan biro perjalanan," jelasnya.

"(Kenaikan pendapatan di tahun ini), agen agen (perjalanan wisata) dapat 1-2%, mau hidup pakai apa?," lanjutnya.

Dia mengaku bisnisnya babak belur karena bencana alam yang terjadi, ditambah mahalnya harga tiket pesawat. Itu membuat wisatawan berpikir berkali-kali untuk melakukan perjalanan.

"Sehingga kalau ditanya pendapatan kami di tahun ini boleh dikatakan babak belur," tambahnya. (zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed