Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 30 Des 2018 19:51 WIB

Kaleidoskop 2018

Berita Amien Rais Sindir Jokowi (Lagi), Paling Bikin Kesal Pembaca

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Foto: Ristu Hanafi/detikcom Foto: Ristu Hanafi/detikcom
Jakarta - Berita berjudul "Sindir Jokowi Lagi, Amien Rais: Minyak, Gas, Kayu untuk Asing" menjadi berita paling mengesalkan menurut pembaca detikFinance. Hal itu tergambar dari emosi yang diberikan pembaca terhadap berita yang dirangkum detikFinance sepanjang 2018.

Berita tersebut berisi sindiran politikus senior Amien Rais. Amien menyebutkan bahwa Presiden Joko Widodo lantaran sumber daya alam diberikan untuk kepentingan asing.

Melihat hal tersebut, Amien Rais menilai tahun 2019 Indonesia harus ganti presiden. Berikut ini berita selengkapnya.



Sindir Jokowi Lagi, Amien Rais: Minyak, Gas, Kayu untuk Asing


Politikus senior Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais kembali menyindir Presiden Joko Widodo (Jokowi). Amien menyinggung 2019 harus ganti presiden lantaran sumber daya alam diberikan untuk kepentingan asing.

Amien menyampaikan hal itu saat memberi ceramah di acara 'Tausiyah Kerakyatan 2019 Indonesia Pasca Jokowi' di Kampung Akuarium, Jakarta Utara, Sabtu (9/6/2018).

"Saya kira semua di sini seiya sekata bahwa kita di tahun depan memang harus sudah mengganti presiden. Alasannya, karena tidak bisa memikul amanat, jadi utang, sudah melampaui akal sehat, kemudian juga sumber daya alam kita sebagian besar digotong ke luar negeri, sisanya baru dibagi ke rakyat miskin. Sementara minyak, gas, kayu, semua itu diabdikan ke kepentingan asing," kata Amien.

Sebelumnya Amien juga pernah menyindir pemerintah, khususnya Jokowi. Sindiran tersebut mulai dari program Jokowi bagi-bagi sertifikat tanah yang dituding ngibul alias bohong, 74% lahan di Indonesia dikuasai segelintir orang, hingga undang-undang (UU) migas (minyak dan gas) yang dinilai pro asing.

Tudingan Amien Rais terhadap program sertifikasi lahan ngibul disampaikannya saat menjadi pembicara dalam diskusi 'Bandung Informal Meeting' yang digelar di Hotel Savoy Homman, Jalan Asia Afrika, Bandung, 18 Maret 2018 lalu.

"Ini pengibulan, waspada bagi-bagi sertifikat, bagi tanah sekian hektar, tetapi ketika 74 persen negeri ini dimiliki kelompok tertentu seolah dibiarkan. Ini apa-apaan?" kata Amien saat menjadi pembicara dalam diskusi 'Bandung Informal Meeting' yang digelar di Hotel Savoy Homman, Jalan Asia Afrika, Bandung, Minggu (18/3/2018).

Sementara soal Undang-Undang (UU) minyak dan gas (Migas) pro asing disampaikan Amien saat ceramah di Yogyakarta, Kamis (10/5/2018).

"Ini ada UU yang aneh dan ajaib. Bahwa gas alam di perut bumi Indonesia, itu boleh digunakan oleh bangsa sendiri setelah bangsa lain dicukupi kebutuhannya," kata Amien saat mengisi ceramah di Masjid Muthohirin Yogyakarta, Kamis (10/5/2018).

(zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com