CONTINUE TO SITE >

Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 30 Des 2018 20:38 WIB

Kaleidoskop 2018

Sindir Amien Rais, Luhut Ancam Bakal Cari Dosa 'Senior'

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Foto: Muhammad Ridho Foto: Muhammad Ridho
Jakarta - Berita dengan judul "Amien Rais Serang Jokowi, Luhut: Saya Cari Dosamu!" menjadi berita paling membuat senang para pembaca detikFinance di tahun 2018. Hal itu tergambar dari emosi yang diberikan pembaca terhadap berita yang dirangkum detikFinance sepanjang 2018.

Berita ini menceritakan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan yang marah kepada tokoh politik senior Amien Rais. Namun, dalam pernyataannya, Luhut tidak serta merta menyebut nama Amien Rais, dia menyebutkan seorang yang "senior'.

Kemarahan Luhut ini awalnya dipicu oleh sindiran-sindiran yang menyebutkan bahwa bagi-bagi sertifikat yang dilakukan Jokowi adalah pembohongan. Luhut menyebut, sindiran tersebut yang diketahui dilontarkan Amien adalah asal bunyi (asbun).

Dengan nada tinggi dan berapi-api dalam pidatonya di Gedung BPK, Luhut menyindir balik secara habis-habisan Amien Rais. Berikut ini berita lengkapnya.




Amien Rais Serang Jokowi, Luhut: Saya Cari Dosamu!


Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan marah ketika ada pihak yang terus mengkritik pemerintah yang dinilainya tak berdasar. Termasuk pada politikus PAN Amien Rais yang belum lama ini mengkritik Presiden Jokowi.

Dengan nada tinggi dan berapi-api Luhut balik menyindir Amien Rais yang menyebut bagi-bagi sertifikat yang dilakukan Jokowi adalah pembohongan. Luhut menyebut, yang dilontarkan Amien asal bunyi (asbun).

Meski tak secara langsung menyebut nama Amien Rais, Luhut menyindir seseorang yang disebutnya 'senior'.

"Misalnya ada senior bilang bahwa ngasih sertifikat itu ngibulin gitu apanya yang dikibulin? Sertifikat itu dulu prosesnya lama, panjang dan sedikit. Sekarang proses cepat dan banyak. Salahnya di mana? Jadi asbun aja. Jadi nggak boleh kita asal ngomong apalagi senior-senior. Dia kan 70 berapa tahun, saya kan 71 tahun juga," ujar Luhut saat memberikan pidato di Gedung BPK, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (19/3/2018).

Luhut mengatakan, pemerintah tidak anti kritik. Namun, kritik yang dilontarkan ke pemerintah sebaiknya adalah kritik yang membangun. Bukan kritik asal bunyi.

Bahkan Luhut mengatakan, dia mengetahui rekam jejak sosok senior tersebut.

"Jangan asal kritik saja. Saya tahu track recordmu kok. Kalau kau merasa paling bersih kau boleh ngomong. Dosamu banyak juga kok, ya sudah diam saja lah. Tapi jangan main-main, kalau main-main kita bisa cari dosamu kok. Emang kau siapa?" tegasnya.

Luhut juga gerah pada anggapan bahwa pemerintah Pro pada PKI. Dia membantah hal tersebut. Luhut mengaku ikut menumpas PKI pada zaman perang.

"Jadi jangan bilang bahwa kita Pro PKI apanya Pro PKI? di mana Pro PKI? Saya ikut tumpas PKI kok. Di mananya? Saya tentara saya tahu. Saya tanya nasionalisme. Makanya saya bilang, Eh kalau kau belum pernah ditembaki jangan bilang nasionalisme," tuturnya.

"Kita nggak lacurkan profesionalisme kita. Saya tidak akan pernah menjual. Saya ingat anak buah saya gugur di mana-mana. Jadi ini very sensitive matter. Kalau orang bilang pemerintah ini akan menjual kita ke negara asing, saya tahu lah, saya nggak bodoh. Saya tahu Anda," tegas Luhut. (zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed