Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 31 Des 2018 11:30 WIB

Anjlok 50%, Penjualan Terompet Tahun Baru Sepi

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Foto: Puti Aini Yasmin Foto: Puti Aini Yasmin
Jakarta - Penghujung tahun tinggal beberapa jam lagi. Namun, pedagang terompet mengeluh penjualan di 2018 mengalami penurunan sebesar 50% dibanding di tahun sebelumnya.

Salah satu pedagang di Pasar Asemka, Jakarta Barat, Boy mengatakan hingga hari terakhir penjualan masih mencapai 500 piece. Padahal, awalnya ia menjual 1.000 piece.

"Sekarang (hari terakhir) baru terjual setengahnya. Saya jual awal itu 1.000 piece," kata dia saat berbincang kepada detikFinance, Senin (31/12/2018).



Lebih lanjut, ia mengungkapkan penjualan kali ini lebih sedikit dibanding tahun sebelumnya. Sebab, ia mengungkapkan pada tahun sebelumnya penjualan di hari terakhir sudah mencapai 1.000 piece.

"Dibanding tahun sebelumnya ini mah berkurang 50%. Hari terakhir (tahun kemarin) itu terjual 1.000 piece, sekarang saja baru setengah," ungkap dia.

Pedagang lainnya, Efendi mengatakan juga mengalami penurunan penjualan sebanyak 30% dibanding tahun sebelumnya. Ia menjelaskan penurunan penjualan dikarenakan kejadian bencana alam baru-baru ini.

"Iya ini berkurang 30% dari tahun sebelumnya. Ini karena kan baru bencana alam, jadi ada isu-isu jangan merayakan seperti itu," pungkas dia.

Sementara itu, penjualan di Pasar Asemka sendiri dari pukul 08.00 WIB hingga 17.00 WIB. Sedangkan terompet kertas dijual dari harga Rp 10.000 hingga Rp 25.000.

Penjualan Terompet di Pasar AsemkaPenjualan Terompet di Pasar Asemka Foto: Puti Aini Yasmin




Tonton video 'Beredar Kabar Terompet Tularkan Penyakit, Ini Faktanya!':

[Gambas:Video 20detik]

(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com