Tonton Blak-blakan Suhu Yo, Mengejar Cuan di Tahun Babi Tanah

Hestianingsih - detikFinance
Selasa, 01 Jan 2019 07:00 WIB
Foto: Adjie Ganda Rinepta/detikcom
Jakarta - Tahun baru biasanya dihubungkan dengan peruntungan alias cuan menurut kalender China. Nah, berdasarkan kalender China, 2019 adalah tahun babi tanah.

Pakar fengsui Suhu Yo mengatakan di tahun babi tanah ada bisnis yang moncer, dan ada pula yang tersendat. Menurutnya bisnis berbasis online bakal meraup cuan selama 2019.

"Itu laris semua. Seperti orang jual sepatu saja laris pakai online. Pegawai saya beli sepatu online semua," ujar Suhu Yo, dalam wawancara khusus dengan detikcom, di kantornya, kawasan Pancoran Glodok, Jakarta, Jumat (28/12/2018).

Bukan cuma kelas kakap, mereka yang menjalankan bisnis ritel online kelas UKM juga akan menikmati aliran cuan. Suhu Yo bilang ritel kelas UKM tak akan pernah mati meskipun Indonesia kena imbas krisis.

Alasannya sederhana, karena Indonesia rakyatnya banyak sehingga apapun yang diproduksi pasti bakal dibeli.

"Di sini kita melihat Indonesia tidak jatuh seperti soviet, Brasil krisisnya Indonesia, kenapa? Karena rakyatnya banyak. Jadi apa yang diproduksikan itu pasti laku. Contohnya tanam padi, itu pasti laku. Seperti saya jual herbal, saya tanam pohon bikin pabrik herbal. Itu laku. Nggak pernah ada krisis," tutur suhu Yo.

Sedangkan bisnis yang bakal tersendat adalah sektor properti. Menurut suhu Yo di 2019 unsur tanah itu sulit sehingga bisnis jual-beli properti diprediksi tersendat.

"Dagang-dagang properti nggak ada yang bagus. Dagang tanah nggak ada yang bagus. Memang saat ini saya berkecimpung di properti, banyak orang ingin jual tanah dengan harga di bawah NJOP. Saking butuhnya uang, saking tidak tercover sama Bank. Kredit dari Bank kan diperketat," kata Yo.

Rupiah anjlok

Salah satu pemicu bisnis properti bakal tersendat karena situasi politik jelang pilpres di April 2019.

"Apalagi bulan keempat pemilu ini, itu semua orang sudah mulai ketakutan. Mereka tidak mau investasi properti, tidak mau simpan uang di bank. Mereka pegang bank note, pegang dolar. Sehingga dollar makin melambung, emas juga makin melambung. Emas dan dolar akan meningkat tinggi," tutur Yo.

Bahkan, karena situasi politik jelang pilpres, Suhu Yo memprediksi dolar AS akan tembus Rp 16.000, bahkan bisa tembus Rp 17.000. Dia mengklaim prediksinya tak pernah meleset karena tahun lalu dia memprediksi dolar AS tembus Rp 15.000 di 2018, dan ternyata terjadi.

"Sekarang bisa Rp 17.000, dolar. Iya rupiah akan ambruk, mudah-mudahan jangan sampai 17.000. Kalau sampai tidak dijaga 17.000 masuk ini. Tapi seandainya 16.000 juga masih masuk. Karena pelemahan itu banyak orang semua tarik uang. Jadi yang terjadi keuangan Indonesia dolar makin meningkat, rupiah makin melemah," kata Yo.

Selain soal bisnis dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, suhu Yo juga mengulas seputar pekerjaan yang bakal bersinar dan shio yang akan meraih keuntungan di 2019 nanti. Penasaran dengan prediksi bisnis di 2019, saksikan blak-blakan pakar fengsui, suhu Yo di detikcom, Selasa (1/1/2019) pukul 13.00.

[Gambas:Video 20detik]

(hns/ang)