Meneropong Bisnis yang Moncer di Tahun Babi Tanah

Hestianingsih - detikFinance
Selasa, 01 Jan 2019 13:28 WIB
Foto: Adjie Ganda Rinepta/detikcom
Jakarta - Setiap tahun baru pasti menciptakan rencana dan harapan baru untuk berbisnis. Mulai dari bisnis konvensional hingga bisnis yang menggunakan sistem digital.

Ahli Fengsui Suhu Yo mengungkapkan teknologi informasi dalam dunia bisnis sudah masuk pada era 2000-an. Banyak bidang bisnis yang berkembang sangat pesat dengan teknologi.

"Coba kita lihat saja, masa valuasi Go-Jek lebih tinggi daripada Garuda Indonesia? Itu kan artinya teknologi sangat bagus," kata Suhu Yo dalam acara Blak-blakan detikcom, Selasa (1/1/2019).

Menurut dia saat ini yang sedang digemari adalah sektor kecil seperti konsumer. Dia menyebutkan dirinya pernah memprediksi krisis pada 1998, 2008, 2018, dan 2019 yang juga akan terimbas krisis karena gejolak pemilu.


Dia menjelaskan Indonesia akan lolos dari krisis karena banyaknya rakyat.

"Jadi apa yang diproduksikan itu pasti laku, contohnya tanam padi ya pasti laku. Pohon herbal dan diproduksi pasti laku, tidak pernah ada krisis," jelas dia.

Untuk masyarakat kecil diyakini tidak akan mengalami krisis. Justru yang krisis adalah orang besar. Misalnya pengusaha yang meminjam ke luar negeri menggunakan dolar AS kemudian ada selisih nilai tukar.

"Untuk yang utang biasanya kan semua cari dolar AS. Harganya naik sekian perak saja kalau utangnya puluhan miliar ya habis banyak. Di sinilah kejatuhan orang-orang besar di 2019," imbuh dia.

(kil/fdl)