Interchange atau pintu keluar tol di Pekalongan merupakan bagian dari ruas tol Pemalang-Batang yang menjadi salah satu rangkaian tol Trans Jawa.
Kenaikan omzet pedagang batik dalam liburan natal dan tahun baru ini melonjak hingga tiga kali lipat bila dibandingkan akhir tahun lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita habis muter-muter dari Yogya mau ke Jakarta. Kita mampir ke sini. Rupanya dekat dan persis di interchange tol sehingga memudahkan kita ke sini (Grosir Setono)," kata Ruslandi (47), pelanggan Grosir Setono asal Jakarta.
Ruslandi sengaja mampir ke Pasar Grosir Batik Setono ini untuk membeli oleh-oleh sanak saudara di Jakarta.
"Harganya miring banget. Masak ada kemaja batik seratus dapat empat potong," katanya.
Interchange Tol Dibuka, Omset Pedagang Batik Meningkat Foto: Robby Bernardi |
Baca juga: Daftar Proyek Tol Jasa Marga yang Kelar 2019 |
Dibukanya interchange Tol Kota Pekalongan sejak pertengahan Desember lalu memberikan dampak positif bagi pedagang grosir setono. Ketua pedagang grosir setono Sony Hikmalul mengakui setelah kurun waktu lima tahun omzet menurun, adanya intercange membuat gairah tersendiri bagi pedagang pasar batik Setono.
"Selama kurun waktu 5 tahun ke belakang baru tahun ini omzet terbesar. Saya pernah mendapatkan omzet Rp 70 juta sehari. Ini menjadi rekor sendiri selama saya berdagang di sini," jelasnya.
Geliat kehidupan di Pasar Grosir Batik Setono ini menurutnya dapat ditandai dengan banyaknya kendaraan roda empat maupun roda dua yang terparkir di sekitar pasar.
"Pembeli biasanya dari jakarta yang melakukan perjalanan melewati Pekalongan. Ada juga dari Semarang yang sengaja ke Pekalongan hanya untuk belanja batik dan menikmati kuliner khas Pekalongan, " tabahnya.
Hal yang sama dikatakan oleh pemilik kios Batik Mahkota, Rochman pada detikcom.
"Alhamdulilah liburan ini kita berkah banyak rezeki dari jualan batik. Sebelumnya sepi terus walaupun Lebaran. Ini karena adanya interchange," Kata Rochman.
Interchange Tol Dibuka, Omset Pedagang Batik Meningkat Foto: Robby Bernardi |
Rochman menjelaskan kenaikan omzet mencapai tiga kali lipat bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Sebelumnya, adanya jalan tol Trans Jawa sempat membuat khawatir pedagang di Grosir Setono. Namun setelah adanya pembangunan interchange tol pedagang grosir bisa bernafas lega setelah lima tahun lesu.
Sementara Walikota Pekalongan Saelany Machfudz dalam kesempatan lain mengungkapkan intercahange ini merupakan komitmen Pemkot untuk menjadikan Kota tujuan wisata.
"Saya bersyukur ternyata ikhtiar besar pemkot untuk menggeliatkan perekonomian dari dampak jalan tol khususnya di pasar grosir bisa dilihat manfaatnya," tuturnya.
Dengan adanya interchange di Kota Pekalongan ini, Walikota Pekalongan berharap selain membeli batik wisatawan juga dapat menikmati kuliner khas Kota Pekalongan dan berkunjung ke tempat wisata lainnya yang ada di Kota Pekalongan.
"Mudah-mudahan dari sinilah awal meningkatkan roda perekonomian di Kota Pekalongan dari dampak tol trans Jawa," katanya.
Sebagai informasi, jalan interchange tol di Pekalongan ini adalah salah satu exit tol Pemalang-Batang. Adanya exit tol Pemalang Batang di Kota Pekalongan sedari awal diharapkan bisa mengangkat perekonomian warga termasuk pedagang batik.
Interchange Tol Dibuka, Omset Pedagang Batik Meningkat Foto: Robby Bernardi |
Tonton juga 'Sejoli Jokowi-Iriana Jajal Tol Trans Jawa dengan Damri':
(eds/eds)












































Interchange Tol Dibuka, Omset Pedagang Batik Meningkat Foto: Robby Bernardi
Interchange Tol Dibuka, Omset Pedagang Batik Meningkat Foto: Robby Bernardi
Interchange Tol Dibuka, Omset Pedagang Batik Meningkat Foto: Robby Bernardi