RI Tetap Jadi Anggota OPEC
Rabu, 07 Sep 2005 15:19 WIB
Jakarta - Meski sempat menjadi polemik saat impor minyak RI mencapai puncaknya, RI dipastikan tidak akan ke luar dari keanggotaan OPEC. Banyak keuntungan yang didapat dari OPEC."Kita dilema di saat impor tinggi, masuk jadi anggota kita lihat dari sisi keuntungannya," kata Gubernur OPEC Maizar Rahman saat diskusi 'Prospek Harga Minyak Dunia' di Hotel Borobudur, Rabu (7/9/2005). Keuntungannya adalah Indonesia bisa mendapat suplai yang dipasok dari anggota OPEC lainnya. Selain itu, investor Indonesia bila akan go internasional akan lebih dipermudah. Keuntungan lainnya, kerjasama di bidang ekonomi antar anggota OPEC lebih kuat, misalnya antar anggota wadah ekspor.Diplomasi politik luar negeri anggota OPEC juga dinilai sangat kuat, mengingat OPEC satu-satunya organisasi negara berkembang yang disegani dunia. Namun Maizar menyayangkan bagi hasil ke KPS yang dinilainya cukup besar. Jadi ketika harga minyak tinggi seperti sekarang ini, pemerintah Indonesia gigit jari melihat keuntungan yang diterima perusahaan minyak internasional. "Seharusnya pemerintah berhati-hati dalam menentukan bagi hasil kepada KPS," katanya.Dia juga menyesalkan sikap perusahaan minyak internasional yang keuntungannya tidak diinvestasikan lagi di sektor migas. "Keuntungan mereka sebagian besar dipakai untuk membayar dividen dan membeli kembai saham-saham mereka. Padahal kewajiban mereka untuk menstabilkan harga di saat harga minyak tinggi dengan meningkatkn investasi yang besar," katanya.
(mar/)











































