Berbelanja ke Mal Rongsok, Pusatnya Barang Bekas di Depok

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Minggu, 06 Jan 2019 11:44 WIB
Foto: Mal Rongsok. Fadhly Fauzi Rachman-detikFinance
Jakarta - Ada tempat yang unik di kawasan Jalan Bungur Raya, Beji, Depok. Tak jauh dari Kampus Universitas Indonesia, berdiri sebuah bangunan semi-permanen yang terdiri dari tiga lantai yang dibangun menggunakan kayu, seng, hingga triplek.

Di bagian depan bangunan, terpasang sebuah papan nama berwarna merah dan putih. Tulisannya: 'Mal Rongsok. Sesuai dengan namanya, tempat itu memang menjadi pusat penjualan barang-barang bekas atau barang rongsok.

Melihat bagian dalam, ada banyak sekali barang-barang bekas yang tersimpan di sana. Ada yang digantung, ditata rapi, hingga berserakan di lantai bangunan. Walaupun namanya Mal Rongsok, tapi jangan samakan tempat ini dengan mal-mal lainnya yang dingin dan ber-AC.

Kondisi di bagian dalam Mal Rongsok memang tak senyaman mal-mal lainnya, namun barang-barang yang dijual di sini bisa dibilang cukup lengkap seperti di mal kebanyakan. Mulai dari alat elektronik, buku, pakaian, hiasan, semua ada. Tapi, semuanya barang bekas alias rongsok.


"Apaan saja ada. Dari baut sampai keperluan rumah tangga, elektronik, semua ada," ungkap pemilik Mal Rongsok, Nurcholis Agi kepada detikFinance saat ditemui di lokasi pekan lalu.

Layaknya di mal atau pusat perbelanjaan modern, Agi mengelompokkan barang-barang dagangannya berdasarkan jenisnya. Lantai satu toko itu misalnya, dipenuhi berbagai jenis barang elektronik, seperti alat pemutar kaset atau video. Barang-barang itu tampak dikumpulkan di setiap sudut ruangan di lantai itu sehingga menyerupai dinding.

Sementara itu, kotak-kotak CPU komputer tampak dibiarkan menumpuk di salah satu titik. Di sekitarnya, tampak pula berbagai macam elektronik, seperti dispenser, kipas angin, hingga televisi. Langit-langit toko juga tidak dibiarkan kosong.

Langit-langit toko itu dimanfaatkan sebagai etalase berbagai pernah-pernik, seperti kabel, perkakas, hingga motherboard komputer, hingga mainan anak. Semua barang-barang itu bungkus plastik dan digantung seadanya. Naik ke lantai 2 dan 3 terdapat berbagai macam furnitur tampak berjejer, mulai dari lemari, kursi, sofa, dan loker besi, sampai sepeda anak semuanya ada.

Foto: Mal Rongsok. Fadhly Fauzi Rachman-detikFinance


Agi memperkirakan, jumlah barang-barang yang terdapat di Mal Rongsok ini bisa mencapai hingga puluhan ribu macam. Semua barang tersebut dikumpulkan menjadi satu di toko milik Agi ini.

Lantas, dari mana asal barang-barang yang ada di Mal Rongsok itu? "Dari mana-mana," kata Agi. Dia menjelaskan, barang-barang itu sebenarnya banyak diperoleh dari hasil lelang bongkaran restoran atau kantor. Ada juga barang-barang yang diperoleh dari orang yang menjual barang bekasnya ke Agi.

"Jadi saya ikut lelang. Biasanya perusahaan ngadain lelang-lelang barang, nah saya ikut. Ada kantor, rumah sakit, rumah makan, sekolah, DPR dari situ-situ," kata Agi.

Selain barang-barangnya yang beragam, harga yang ditawarkan oleh Agi pun juga beragam. Harganya mulai dari Rp 500 untuk baut-baut bekas, hingga Rp 15 juta untuk sebuah genset dan mobil tua yang sudah bekas. "Mobil tua, ada Kijang ada Daihatsu. Mobil tua lah, masih bisa jalan," katanya.

Walau pusat perbelanjaan itu namanya Mal Rongsok, pengunjungnya berasal dari berbagai kalangan. Tak sedikit pengunjung berpakaian rapi dan necis yang datang ke sana. Bahkan, kata Agi, tak jarang kalangan artis juga datang untuk berbelanja ke sana. "Kalangan artis seperti Septian Dwi Cahyo, Tengku Riyan, Harry Capri (bekas) suaminya Camelia Malik," kata Agi.

Tak sampai di situ, masih kata Agi, pelanggan yang datang ke Mal Rongsok tersebut tak hanya datang dari wilayah sekitar, namun hingga ke luar pulau, bahkan negara lain seperti Australia dan Jepang. Menurut penuturan Agi, mereka berkunjung ke Mal Rongsok sekadar untuk mencari barang-barang yang unik dan menarik.

"Mereka paling cari barang-barang aneh aja, kaya lukisan, sambil jalan-jalan saja. Ini kan mal terunik di dunia. Mal terunik di dunia salah satunya adalah mal rongsok," kata Agi dengan percaya dirinya.

Selain di Beji, Agi membuka Mal Rongsok di dua tempat lainnya, yaitu Cinere dan Bogor. Dulu, Agi juga pernah membuka cabang Mal Rongsok ini di Tegal dan Solo. Sayangnya, Mal Rongsok di dua tempat itu kini telah ditutup. Alasannya, karena tidak laku kata Agi.

Setiap harinya, toko itu buka mulai pukul 08.00 WIB hingga 17.00 WIB. Jumlah pengunjungnya pun tak sedikit. Agi mengatakan, tokonya di Beji, Depok, dikunjungi lebih dari 100 orang setiap harinya. "Kalau yang namanya rongsokan itu, orang bukan nyari barang ya. Jadi nyari pasion, nyari gaya. Bisanya sudah jadi hobi, makanya datang ke sini," tutur Agi.

 Berbelanja ke Mal Rongsok, Pusatnya Barang Bekas di Depok
(fdl/zlf)