Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 08 Jan 2019 23:30 WIB

Pakde Karwo Sebut Biaya Kirim ke Papua Mahal, Menhub: Akan Turun

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Menhub Budi Karya Sumadi/Foto: Isal Mawardi/detikcom Menhub Budi Karya Sumadi/Foto: Isal Mawardi/detikcom
Jakarta - Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengatakan biaya logistik dari Surabaya (SBY) ke Papua mencapai Rp 20 juta. Biaya tersebut jauh lebih mahal jika dibandingkan ongkos logistik dari SBY ke Singapura dan Jepang.

Pernyataan itu disampaikan Soekarwo dalam acara Outlook Perekonomian Indonesia 2019, di Hotel Ritz Carlton Pasific Place, Jakarta, Selasa (8/1/2019).

"Surabaya ke Jayapura dan Merauke ini paling mahal sampai 20 juta lebih. Surabaya ke Jayapura saja bisa Rp 20-57 juta, ke Merauke Rp 23 juta. Coba kalau dibandingkan kirim Surabaya ke Singapura itu hanya Rp 2,8 juta, ke Jepang cuma Rp 4,2 juta," ujar pria yang beken disapa Pakde Karwo itu.


Merespons pernyataan tersebut, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memastikan biaya logistik ke Papua bisa ditekan.

"Kita kan naik dari 50 ke 46 itu jadi bukti bukan janji lagi. Saya pastikan akan turun (biaya logistik)," kata dia di Kementerian Koordinator Kemaritiman, Jakarta, Selasa (8/1/2019).


Menhub mencontohkan peningkatan kualitas guna menurunkan biaya logistik dengan menggunakan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, seperti di Tanjung Priok.

"Misal di Priok itu saya ganti dengan orang-orang terbaik. Dan semua orang bilang ornag saya bagus bea cukai juga lakukan kalau Priok jadi contoh pasti biaya logistik jauh lebih bagus," kata Menhub.


Sementara itu, Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pembangunan infrastruktur, saat ini belum terlihat dampaknya terhadap penurunan biaya logistik, namun ia memastikan, dampak penurunan akan terlihat di pertengahan hingga akhir tahun 2019 ini karena btutuh penyesuaian

"Sudah banyak membaik kok dan nanti kelihatan tengah tahun dan akhir tahun. Orang juga penyesuain ke infrastruktur baru ini juga kan kelihatan hasilnya cost lebih turun," tutur Luhut. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com