Sikapi MoU RI-GAM, TNI Siapkan Contingency Plan

Sikapi MoU RI-GAM, TNI Siapkan Contingency Plan

- detikFinance
Kamis, 08 Sep 2005 23:01 WIB
Jakarta - Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto kembali menegaskan TNI telah menyiapkan contingency plan atau rencana cadangan untuk masalah Aceh. Rencana cadangan ini disiapkan untuk menghadapi kemungkinan gagalnya kesepakatan damai RI-GAM."Kita lihat saja nanti. Kalau misalnya tanggal 15 September cuma ada senjata yang diserahkan, kemudian ditunggu lagi ternyata nggak nyerah-nyerahin, tunggu lagi, ya udah. Dan jika mereka masih nyerang-nyerang terus, mau diapain lagi," kata Sutarto.Menurut Sutarto, usai rapat kerja dengan Komisi I DPR di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Kamis (8/9/2005), menambahkan penarikan TNI dari Nanggroe Aceh Darussalam menunggu pengumpulan dan pemusnahan senjata dari GAM. Jika GAM sudah mengumpulkan senjata sebanyak 25 persen pada bulan pertama, maka kekuatan TNI nonorganik sebesar 25 persen juga akan ditarik. "Kalau kita melihat senjata itu dikumpulkan dan menyaksikan pemusnahan, baru TNI akan ditarik. Kita sudah menyiapkan kapal-kapal," katanya.Mengenai pemusnahan senjata di Aceh, Tarto mengaku tidak memiliki data akurat berapa sesungguhnya jumlah senjata GAM. Namun jumlah 840pucuk senjata merupakan jumlah yang mendekati sebagai data intelijen TNI. "Kita tidak punya data yang akurat. Karena GAM tidak pernah lapor kepada kita setiap pembelian senjata," ujarnya.Prinsipnya, lanjut Sutarto, semua senjata yang dimiliki GAM harus diserahkan. "Semangatnya mereka punya kewajiban menyerahkan sepenuhnya senjatanya baik itu rakitan maupun standar."Dalam kesempatan itu Sutarto juga menjelaskan bahwa masalah Papua sudah dibawa menjadi isu internasional. Saat ini ada isu di Papua telah dipasang 15 ribu pasukan itu tidak benar. Bahkan, menurut isu yang beredar di Australia, TNI menempatkan 300 ribu personel di Papua."Kita cuma lima batalyon. Kali 700 itu berarti cuma 3.500 orang. Itu pun lebih kita utamakan untuk menjaga perbatasan, dan di Timika untuk menjaga objek vital," bantah Sutarto. (gtp/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads