Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 13 Jan 2019 18:14 WIB

Tren Bisnis Merangkai Kata

Beragam Alasan Orang Rela Bayar Mahal untuk Serangkai Kata

Saifan Zaking - detikFinance
Foto: GettyImages Foto: GettyImages
Jakarta - Bisnis merangkai kata baru-baru ini muncul di Indonesia yang dibangun oleh salah satu publik figur yaitu Zarry Hendrik. Bisnis ini pada awalnya tenar di media sosial twitter dan menular hingga ke instagram. Bisnis ini baru dimulai pada Desember 2018.

Melihat sesuatu yang unik, para pengguna medsos pun berminat untuk menjajal jasa tersebut. Salah satunya adalah Rerra (31), ia mengaku penasaran akan bisnis rangkai kata ini dan memutuskan untuk mencobanya.

"Aku penasaran terus aku lihat instagramnya ada tulisan yang buat mutusin pacar apa segala macem, kan waktu itu mau tahun baru nih, terus aku mikir kayaknya lucu deh bikin ucapan buat tahun baruan," terangnya kepada detikFinance, Senin (7/1/2019).

Rerra memilih untuk memakai jasa ini karena ia menyukai kata-kata yang Zarry merangkum menjadi sebuah kalimat. Ketika itu, ia melakukan pesanan menjelang perayaan tahun baru.


"Aku suka saja, kata-katanya Zarry itu puitis-puitis kan, bagus-bagus terus pas ada momen tahun baru oh kayaknya lucu deh," tambah Rerra.

Konsumen yang berdomisili di Jakarta, Nurul Vatimah (24) memiliki alasan lain untuk menggunakan jasa rangkai kata, yakni untuk menghargai karya sang seniman.

"Ya karena dia sudah ngeluarin karya jadi kita harus hargain, gitu sih," tuturnya, Rabu (9/1/2019).

Google bukan lagi pilihan, sebab banyak quotes yang sudah sering dipakai sebagai caption. Hal yang lebih eksklusif seperti jasa rangkai kata pun menjadi sebuah solusi untuk permasalahan tersebut.


"Nggak bisa di Google, di Google udah pasaran. iya saya maunya yang eksklusif gitu," ujar dia.

Sedangkan Albert (26), ia mengaku baru saja diputus kekasihnya dan memilih untuk menggunakan jasa ini untuk mengungkapkan kesedihannya lewat sebuah kalimat yang tidak biasa. Sebab, kalimat yang dibuat oleh Zarry merupakan kalimat puitis yang disulap seindah mungkin.

"Kemarin kan saya baru putus gitu kan terus mau bikin kalimat perpisahan tapi nggak norak gitu di medsos, kalau dipuitiskan gitu kan ibaratnya nggak terlalu attack person gitu kan, jadi kalimatnya jadi lebih halus, biar orang lain nangkapnya saya nggak lagi galau juga," jelasnya.


Ia mendukung, hal ini merupakan sebuah terobosan baru bagi bisnis yang ada di Indonesia. Dengan jasa ini, kalimat-kalimat yang sulit diungkapkan pun dapat dirangkai dengan indah.

"Bagus sih bagus banget, ini visioner banget buat saya, baru pertama kan ya, kadang-kadang kan apa yang kita maksud itu nggak tersampaikan semua, tapi dengan jasanya bang Jep itu bisa diungkapin dengan kalimatnya dia," tambah Albert. (erd/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com