Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 14 Jan 2019 11:23 WIB

Begini Lho Proses Perakitan Smartphone di Tangerang

Robi Setiawan - detikFinance
Foto: Dok. OPPO Foto: Dok. OPPO
Jakarta - Salah satu produsen smartphone asal Negeri Panda, OPPO, memiliki pabrik perakitan seluas 2,7 hektare di kawasan Mauk, Tangerang, Banten. Pabrik yang didirikan pada 2014 lalu itu merupakan tempat perakitan beberapa varian smartphone OPPO. Lalu bagaimana prosesnya?

"Tahapnya pasti dari sparepart dulu, kemudian sparepart itu akan dibawa ke meja lini produksi, dari meja lini produksi baru dirakit," kata PR Manager OPPO Indonesia Aryo Meidianto kepada detikFinance beberapa waktu lalu.

Teknis perakitan sama seperti pada sebagaian pabrik, di mana mana melibatkan berbagai orang dengan tugasnya masing-masing. Setiap orang di pabrik OPPO bisa memproduksi satu smartphone dalam satu menit.

"Setiap orang sudah ada bagiannya, ada yang mengerjakan casing, saya kerjakan kamera, ada yang tugasnya tes, rekaman suara didengarkan, merekam video lancar atau tidak. Habis itu masuk ke packing, scan IMEI, menempelkan segala macam, terus dibungkus, terus masukkan ke gudang," ujarnya.


Setelah melewati berbagai tahapan perakitan, produk atau unit yang sudah jadi dan di-packing akan disimpan dahulu di gudang. Dari sana tugas seorang quality control untuk mengecek secara acak produk yang ada dalam gudang tersebut.

"Habis dari situ packing kan disimpan di gudang. Setelah di gudang itu ada orang yang iseng bongkar-bongkarin untuk dites, itu diambil sampling, masuk QC," jelasnya.

Begini Lho, Proses Perakitan Smartphone di TangerangFoto: Dok OPPO

Sementara dalam proses quality control smartphone OPPO diuji dengan cara yang cukup ekstrem sampai dijatuhkan bahkan dimasukkan ke dalam oven.

"Kalau pengujian banyak sih, ada yang namanya drop test, handphone yang dijatuhkan dari ketinggian mulai dari 1 meter, 1,5 meter, ke lantai marmer. Jadi dibanting-dibanting dilihat lagi masih bagus enggak," jelas Aryo.


"Tapi sebelumnya ada yang namanya pengujian dibakar (dioven) suhu tinggi sama di suhu rendah. Jadi langsung di-switch dari suhu tinggi ke suhu rendah bagaimana, pecah atau enggak, retak atau enggak. Kalau dari suhu rendah itu bagaimana. Suhu rendah itu handphone masih jalan enggak. Di suhu tinggi handphone-nya bisa jalan enggak," sambungnya.

Lebih lanjut Aryo menjelaskan, OPPO tak memproduksi sendiri sparepart yang digunakan. Perusahaan bekerja sama dengan berbagai pihak, misalnya Sony untuk lensa kamera dan Sharp untuk layarnya.

Begini Lho, Proses Perakitan Smartphone di TangerangFoto: Dok. OPPO

"Bahan macam-macam ya. Namanya komponen enggak semua dari China sih. Seperti misalnya kamera banyak pakai sensor Sony, pasti dari Jepang. Layar juga ada yang dari Sharp dari Jepang. Ada yang pakai LG. Bermacam-macam sih dari banyak negara, tidak semua dari China," jelasnya.

Sementara soal komponen, Aryo menyebut smartphone OPPO didominasi oleh bahan plastik dan kaca komposit. Walau begitu ada juga bahan-bahan lainnya seperti metal, aluminium, bahkan baja.

"Baja juga kami pernah pakai di R5. R5 kan bisa dilindas sama mobil, buat motong apel, semangka lah, motong apa, karena memang frame-nya baja," katanya. (prf/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed