Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 14 Jan 2019 12:47 WIB

Pemain Lain Perang Harga, Kok JNE Naikkan Ongkir?

Saifan Zaking - detikFinance
Foto: Dok. JNE Foto: Dok. JNE
Jakarta - Persaingan industri jasa pengiriman semakin ketat seiring banyaknya pemain baru. Masing-masing perusahaan bahkan berani perang tarif demi menggaet konsumen.

Meski demikian, JNE pede mengambil keputusan untuk menaikkan tarif ongkos kirim. Keputusan ini diambil lantaran biaya kargo udara yang kian tinggi.

"Kompetitor pun saya yakin juga akan melakukan hal yang sama, saya tahu bahwa banyak pemain baru yang kata orang itu berani rugi, ya silakan aja. Karena pada akhirnya customer experience kualitas pelayanannya yang kita bisa jaga," kata Direktur Umum JNE Muhammad Feriadi kepada detikFinance saat dihubungi, Senin (14/1/2019).

"Kualitas pelayanan itu pentinglah buat saya. Jadi bukan hanya mengenai harga yang mahal atau murah. Dia murah pun tapi kalau memang tidak bisa menjaga kualitas saya yakin juga akan sulit diterima oleh masyarakat dan saya punya pandangan seperti itu," tambahnya.



JNE sendiri akan meningkatkan pelayanan lebih baik, salah satunya dengan melakukan otomasi.

"Kita ingin membuat suatu sorting mesin yang sekarang kita buat di daerah Cengkareng. Mudah-mudahan akhir tahun dapat selesai," kata Feriadi.

Dengan selesainya proyek ini, mesin yang akan dipakai kemampuannya akan mencapai 48 ribu kiriman per jam.

"Intinya proses sortir akan bisa dilakukan lebih cepat dibandingkan dilakukan secara manual, karena manual sistem erornya lebih tinggi, prosesnya lebih lama," jelas dia.

(eds/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com