Pemerintah Izinkan Bulog Impor Beras 250 Ribu Ton
Jumat, 09 Sep 2005 15:05 WIB
Jakarta -
Pemerintah akan mengizinkan Bulog untuk mengimpor beras sebanyak 250 ribu ton mulai bulan depan. Hal ini dilakukan agar stok Bulog cukup dan bisa bertahan pada angka 1,2 juta ton hingga akhir tahun pascapenyaluran beras untuk rakyat miskin (raskin) oleh Bulog."Jumlah ini sebetulnya kecil sekali. Mungkin jumlah impor terkecil yang pernah kita lakukan selama 20 tahun terakhir," kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu usai rapat di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (9/9/2005). Rapat juga dihadiri Dirut Perum Bulog Widjanarko Puspoyo, Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Joko Said dan Kepala Pusat Pengembangan Distribusi Pangan Hermanto.Impor beras dilakukan hanya sampai akhir tahun dan hanya untuk Bulog saja. "Impor tidak dibuka untuk swasta," ujar Mari.Sementara, Widjanarko mengatakan, sampai saat ini Bulog belum dapat memastikan negara mana saja yang akan dibidik untuk impor beras ini. Setiap bulannya, raskin yang disalurkan Bulog sekitar 180 ribu ton dan diperkirakan sampai akhir tahun mencapai 720 ribu ton. "Itu jumlah yang sangat besar yang tidak mungkin diimbangi dengan produksi dalam negeri," katanya.Dengan dibukanya kran impor oleh Bulog, Widjanarko memastikan Bulog tidak akan mendistorsi pasar.
(mar/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































