CONTINUE TO SITE >

Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 16 Jan 2019 17:07 WIB

Ada Hujan, Panen Raya Beras Diprediksi Molor Dua Minggu

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Foto: Wisma Putra Foto: Wisma Putra
Jakarta - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan waktu panen raya beras diprediksi mengalami kemunduran selama dua minggu. Hal itu dikarenakan curah hujan yang terjadi.

Mengutip data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Suhariyanto mengatakan cuaca di Indonesia pada Januari-Februari akan diikuti hujan dari level menengah hingga tinggi.

Alhasil, hal tersebut akan membuat waktu panen daya bergeser sebanyak dua minggu sehingga jatuh di bulan Maret.

"Prediksi BMKG Januari-Februari cuaca hujan intens level menengah hingga tinggi. Jadi waktu panen raya bergeser dua minggu dan puncaknya (panen) jadi Maret," kata dia dalam rapat komisi XI, DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (16/1/2019).



Selain itu, kata Suhariyanto, akibat cuaca hujan ia memperkirakan kualitas gabah juga akan ikut terpengaruh. Sebab, gabah yang baik memiliki kadar air yang rendah.

"Sehingga kalau curah hujan tinggi memengaruhi kualitas gabah pada panen Maret. Jadi itu perlu jadi perhatian," ungkap dia.

Sementara itu, ia juga menyoroti lahan baku sawah yang mengalami penurunan dari 7,75 juta ha menjadi 77,11 juta ha. Maka dari itu, ia meminta agar pemerintah melalukan upaya pencegahan konversi lahan pertanian.

Pasalnya, penurunan lahan baku sawah akan memengaruhi produksi pertanian.

"Telah terjadi penurunan luas bahan baku 7,75 juta ha jadi 7,11 juta ha. Jadi perlu dilakukan upaya konversi lahan-lahan pertanian karena akan mengancam lahan pertanian kita," tutup dia.

(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed