"DIY dan Jateng adalah 2 provinsi yang semua Kabupatennya sudah menerima BPNT. Data dan sinyal (internet) di 2 provinsi itu juga sudah bagus," ujar Asisten Deputi Kompensasi Sosial Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Herbin Manihuruk di Hotel UNY, Kelurahan Caturtunggal, Kecamatan Depok, Sleman, Jumat (18/1/2019).
Diakui Herbin, memang BPNT belum menyasar beberapa Kabupaten, khususnya Kabupaten-kabupaten yang berada di Indonesia Timur. Menurutnya, hal itu dikarenakan infrastruktur di Kabupaten tersebut masih dalam proses pengembangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, infrastruktur penunjang sinyal internet dianggap Herbin penting dalam penyaluran BPNT ke Kabupaten-kabupaten. Mengingat BPNT yang diterima masyarakat miskin berupa kartu ATM yang berisi saldo ratusan ribu rupiah.
Saldo tersebut tidak bisa dicairkan ke bentuk fisik uang, karena saldo itu hanya bisa ditukarkan dalam bentuk barang di Toko yang melayani pembayaran dengan kartu ATM. Lanjut Herbin, meski belum semua Kabupaten merasakan BPNT, ia menilai BPNT mampu berperan dalam mengentaskan kemiskinan di Indonesia.
"Dari data yang dirilis BPS, Maret 2018 itu kan angka kemiskinannya 9,8, dan angka yang kemiskinan dirilis bulan September 2018 turun jadi 9,66. Jadi ada penurunan angka kemiskinan (2018), implikasinya 400 ribu orang (di Indonesia) sudah lepas dari kemiskinan," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial DIY, Untung Sukaryadi mengakui bahwa masyarakat miskin di seluruh Kabupaten se-DIY sudah bisa menikmati BPNT. Dijelaskannya, penerima BPNT terdiri dari 2 golongan.
"Kami sampaikan, bahwa masyarakat miskin yang mendapatkan BPNT di DIY sejumlah 317.030. Dari jumlah itu, 218.000 penerima dari PKH (Program Keluarga Harapan) dan yang lainnya itu warga miskin bukan PKH," ujarnya.












































