Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 20 Jan 2019 13:19 WIB

OPPO Lebih Untung Jualan Smartphone High-end Ketimbang Low-end

Robi Setiawan - detikFinance
Foto: Ari Saputra Foto: Ari Saputra
Jakarta - Vendor smartphone mengeluarkan berbagai macam produk dengan spesifikasi dan harga yang berbeda. Ada yang dijual untuk segmen kelas bawah (low-end) ada juga untuk kelas atas (high-end). Smartphone low-end biasanya berada di rentang Rp 1-3 jutaan sementara high-end di kisaran Rp 10 jutaan.

Nah, di antaranya keduanya mana yang lebih banyak berkontribusi bagi keuntungan produsen? Pertanyaan ini disodorkan kepada salah satu perusahaan smartphone asal Negeri Tirai Bambu, OPPO.

PR Manager OPPO Indonesia Aryo Meidianto menjelaskan jika dilihat dari satu produk saja, keuntungannya memang lebih besar dari smartphone high-end.

"Kalau dari kontribusi sih sebenarnya kalau gede-gedean high-end. High-end itu kontribusi yang lebih besar dari yang low-end," kata Aryo kepada detikFinance beberapa waktu lalu.


Sementara dari segi kuantitas, smartphone low-end unggul dari segi jumlah yang terjual.

"Low-end itu secara kuantitas menyumbang lebih banyak. Flagship itu di angka 20%, midle-end itu bisa sekitar 30-40%, sisanya itu low-end," jelasnya.

Meski demikian Aryo menjelaskan perusahaan punya alasan khusus dalam menentukan harga smartphone high-end. Seperti adanya upaya riset untuk teknologi baru yang dibawanya.


"Sementara di kelas entry level ya kami tinggal adaptasi dari yang atas turun, sama spesifikasi yang bawah," paparnya.

Sebagai informasi, smartphone OPPO R17 Pro yang melakukan pre-order pada 4-16 Januari lalu, sudah dipesan ribuan unit. Smartphone ini termasuk dalam kategori high-end yang dijual nyaris Rp 10 juta.

"Tidak bisa menyebutkan angka pastinya, tapi jumlahnya ribuan," ungkapnya. (prf/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed